Placenta Accreta Spectrum (PAS) is characterized by abnormal placental adherence or invasion into the myometrium and is associated with significant maternal morbidity. It is one of the leading causes of life threatening postpartum hemorrhage, particularly among women with a history of repeated cesarean deliveries. A 32-year-old woman (G4P3A0) with a history of three previous cesarean deliveries was referred with suspected PAS based on ultrasonographic findings of abnormal placental implantation. The patient presented with severe lower abdominal pain accompanied by nausea and vomiting. Physical examination revealed stable hemodynamic status with a temperature of 38°C. Laboratory investigations demonstrated moderate anemia and leukocytosis with neutrophilia, suggestive of an inflammatory process. The patient underwent cesarean section with simultaneous appendectomy. Intraoperative findings demonstrated abnormal placental adherence suggestive of PAS and inflammatory changes of the appendix suggestive of acute appendicitis. Estimated blood loss was approximately 1200 mL, requiring transfusion of 3 units of packed red blood cells. A healthy male infant weighing 3100 g was delivered with Apgar scores of 8 and 10 at 1 and 5 minutes, respectively. The postoperative course was uneventful, and the patient was discharged in good condition on postoperative day five. PAS is strongly associated with repeated cesarean deliveries due to abnormal trophoblastic attachment and invasion at scarred uterine sites. Concurrent acute appendicitis during pregnancy is uncommon and may complicate diagnosis because of altered anatomical presentation. Early recognition of PAS risk factors and concurrent intra-abdominal pathologies, together with adequate perioperative preparation and multidisciplinary management, are essential to improve maternal and neonatal outcomes. AbstrakPlacenta Accreta Spectrum (PAS) ditandai dengan perlekatan atau invasi abnormal plasenta ke dalam miometrium dan berhubungan dengan morbiditas maternal yang signifikan. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama perdarahan postpartum yang mengancam jiwa, terutama pada wanita dengan riwayat operasi sesar berulang. Seorang wanita berusia 32 tahun (G4P3A0) dengan riwayat tiga kali persalinan melalui operasi sesar dirujuk dengan dugaan PAS berdasarkan temuan ultrasonografi berupa implantasi plasenta abnormal. Pasien datang dengan keluhan nyeri hebat di perut bagian bawah disertai mual dan muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi hemodinamik stabil dengan suhu tubuh 38°C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia sedang dan leukositosis disertai neutrofilia yang mengarah pada proses inflamasi. Pasien menjalani operasi sesar disertai appendektomi simultan. Temuan intraoperatif menunjukkan perlekatan plasenta abnormal yang mengarah pada PAS serta perubahan inflamasi pada apendiks yang mengarah pada appendisitis akut. Estimasi perdarahan intraoperatif sekitar 1200 mL sehingga diperlukan transfusi 3 unit packed red blood cells (PRC). Seorang bayi laki-laki sehat dengan berat lahir 3100 gram dilahirkan dengan skor Apgar 8 dan 10 pada menit pertama dan kelima. Perjalanan pascaoperasi berlangsung tanpa komplikasi, dan pasien dipulangkan dalam kondisi baik pada hari kelima pascaoperasi. PAS berhubungan erat dengan riwayat operasi sesar berulang akibat perlekatan dan invasi trofoblas abnormal pada area jaringan parut uterus. Keberadaan appendisitis akut yang terjadi bersamaan selama kehamilan merupakan kondisi yang jarang dan dapat mempersulit diagnosis akibat perubahan anatomi selama kehamilan. Identifikasi dini faktor risiko PAS dan patologi intraabdomen yang menyertai, disertai persiapan perioperatif yang adekuat serta tata laksana multidisiplin, sangat penting untuk meningkatkan luaran maternal dan neonatal.
Copyrights © 2026