Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan. Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan lokal Indonesia memiliki kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan inovasi pengolahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta pengelola Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami dalam pengolahan daun kelor menjadi produk pangan fungsional berupa donat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, edukasi gizi, dan praktik langsung pembuatan donat daun kelor yang dilaksanakan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pangan fungsional, manfaat gizi daun kelor, serta kemampuan mengolahnya menjadi cemilan sehat yang memiliki daya terima baik. Selain itu, peserta menunjukkan minat untuk memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan alternatif dan peluang usaha skala rumah tangga. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi dan praktik pengolahan donat daun kelor efektif dalam meningkatkan literasi pangan, mendukung perbaikan status gizi, serta mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren.
Copyrights © 2026