Keterampilan passing merupakan elemen fundamental penentu penguasaan bola, namun fluktuasi kematangan usia muda U-17 rentan memunculkan kesenjangan performa di lapangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan secara objektif tingkat akurasi passing antara tim juara dan tim peringkat terbawah pada turnamen Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional 2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif komparatif (ex-post facto) melalui teknik purposive sampling pada satu pertandingan head-to-head di fase grup. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berbasis Systematic Notational Analysis pada rekaman video, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan Independent Sample T-Test. Temuan deskriptif menunjukkan perbedaan pendekatan taktis; tim peringkat bawah tampil pragmatis mengandalkan aksi progresi, sementara tim juara menunjukkan efisiensi superior pada sirkulasi umpan horizontal dan regresif. Meskipun demikian, hasil uji statistik membuktikan secara empiris bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada performa total passing (p=0,802) maupun akurasinya (p=0,579) di antara kedua tim. Kesimpulannya, kemampuan teknis fundamental antarpemain di kompetisi elite nasional kelompok umur ini telah mencapai titik ekuilibrium yang setara. Implikasinya, pembeda prestasi tidak lagi bertumpu murni pada teknik dasar, sehingga fokus pembinaan keolahragaan harus dialihkan pada peningkatan efektivitas taktis, kecepatan pengambilan keputusan, dan ketangguhan mental pemain.
Copyrights © 2026