Peningkatan persaingan dalam industri manufaktur semakin menuntut banyak perusahaan agar dapat mengelola proses produksi secara efisien dan berkelanjutan. Salah satu permasalahan yang kerap dihadapi setiap perusahaan adalah tingginya angka waste dari produk yang dihasilkan. Waste merupakan kegiatan yang menghabiskan sumber daya tetapi tidak memiliki nilai tambah apapun. Salah satu perusahaan teh di kota Surabaya memiliki masalah waste dengan presentase yang cukup tinggi pada salah satu produknya. Produk yang memiliki presentase waste terbesar tersebut adalah individual sachet chamomile, yang dimana waste tersebut telah mencapai angka 16%. Waste tersebut berupa defect sealing dan kesalahan coding yang menyebabkan kemasan sachet terlipat rangkap dan kantong teh produk ikut ter-sealing. Waste ini secara langsung berdampak pada meningkatnya biaya produksi, kurangnya efisiensi proses, dan bertambahnya beban rework. Penelitian ini dibuat untuk mengidentifikasi penyebab utama waste tersebut melalui metode fishbone diagram dan 5 why analysis berdasarkan konsep lean manufacturing, serta mengaitkan hasil temuan dengan sustainability production. Metode penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung ke lantai produksi dan wawancara bersama pihak terkait yang terlibat. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama waste mayoritas karena material dari kantong teh dan ukuran kemasan sachet yang digunakan. Dengan adanya pendekatan lean manufacturing, perusahaan dapat mengurangi waste dan dapat mendukung keberlanjutan industri (green sustainability).
Copyrights © 2026