Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya literasi di SMP Plus Literasi Pedamaran Timur serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pembuat kebijakan, motivator, teladan, sekaligus penanggung jawab dalam mengimplementasikan budaya literasi di sekolah. Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai program inovatif seperti ODOS (One Day One Subject), ODON (One Day One News), OMON (One Day One Novel), serta program Penulis Muda yang mendorong kreativitas siswa dalam menulis. Selain itu, kepala sekolah juga aktif menggerakkan partisipasi guru dan siswa serta menyediakan sarana pendukung seperti perpustakaan dan pojok baca untuk menunjang kegiatan literasi. Adapun faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, kecukupan bahan bacaan, dukungan dari orang tua, alokasi waktu dan pendanaan, serta tingginya komitmen guru. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan antara lain rendahnya motivasi sebagian peserta didik, kurangnya konsistensi dalam kegiatan membaca, serta pemanfaatan fasilitas yang belum optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan budaya literasi di sekolah sangat ditentukan oleh optimalnya peran kepala sekolah dalam mengelola, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh komponen sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026