Peningkatan angka persalinan sesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama terkait kemungkinan terjadinya fenomena supplier-induced demand (SID). Fenomena ini merujuk pada kondisi di mana penyedia layanan kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan klinis pasien untuk meningkatkan penggunaan layanan tertentu, termasuk tindakan operasi sesar, yang tidak selalu didasarkan pada indikasi medis yang kuat. Tingginya angka persalinan sesar yang melampaui rekomendasi organisasi kesehatan internasional menimbulkan kekhawatiran terhadap efisiensi pembiayaan kesehatan serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena supplier-induced demand pada layanan persalinan sesar di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan angka persalinan sesar tidak hanya terjadi secara signifikan, tetapi juga berpotensi mencakup tindakan yang tidak sesuai indikasi medis, dengan estimasi global mencapai 30–50% di beberapa negara. Kondisi ini berdampak pada peningkatan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi serta pemborosan biaya kesehatan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fenomena supplier-induced demand berpotensi terjadi dalam layanan persalinan sesar di Indonesia dan memerlukan penanganan yang komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran stakeholder, termasuk pemerintah, dinas kesehatan, lembaga akreditasi, dan rumah sakit dalam mengendalikan praktik layanan melalui regulasi, pengawasan, audit klinis, serta peningkatan edukasi pasien.
Copyrights © 2026