Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan penggunaan telemedis sebagai salah satu inovasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Telemedis memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara jarak jauh sehingga dapat meningkatkan akses layanan, terutama pada daerah dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. elain memberikan kemudahan akses, penggunaan telemedis juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Namun, implementasi telemedis masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kesiapan sumber daya manusia, serta perbedaan efektivitas biaya pada berbagai jenis layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek ekonomi penggunaan teknologi telemedis di Indonesia melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada efisiensi biaya, manfaat ekonomi, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasi telemedis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedis mampu menurunkan biaya operasional pelayanan, mengurangi biaya transportasi pasien, serta meningkatkan efisiensi administrasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Selain itu, evaluasi ekonomi menggunakan pendekatan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) menunjukkan bahwa telemedis lebih efektif pada layanan konsultasi kesehatan primer, monitoring penyakit kronis, dan layanan tindak lanjut pasien. Kesimpulannya, telemedis memiliki potensi ekonomi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, namun memerlukan evaluasi ekonomi berbasis CEA, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.