Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Deskriptif Proses Data to Information dalam Mendukung Pengambilan Keputusan di Fasilitas Kesehatan Regi Faula Sari; Defrika Muharani; Primacaeria Amri; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8344

Abstract

Transformasi data menjadi informasi merupakan komponen krusial dalam sistem informasi kesehatan yang berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan di fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan data yang melimpah tidak secara otomatis menghasilkan keputusan yang tepat apabila tidak diolah secara sistematis, akurat, dan berkualitas. Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses ini meliputi data yang tidak lengkap, inkonsistensi pencatatan, keterlambatan pelaporan, serta rendahnya pemanfaatan informasi dalam proses manajerial dan klinis. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan data dan pemanfaatannya sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi data menjadi informasi (data to information) dalam mendukung pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas proses tersebut. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2026. Analisis difokuskan pada aspek kualitas data, proses pengolahan data, serta tingkat pemanfaatan informasi dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas proses data to information sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang dihasilkan, kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola data, serta dukungan sistem informasi yang memadai. Proses yang optimal mencakup tahapan persiapan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan informasi secara menyeluruh. Keterbatasan pada salah satu tahapan tersebut dapat menghasilkan informasi yang kurang akurat, sehingga berdampak pada kualitas keputusan dan kinerja fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, diperlukan penguatan sistem informasi kesehatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan pengelolaan data yang terstruktur dan berkelanjutan guna mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi yang akurat dan tepat waktu.
Analisis Permintaan Terinduksi (Supplier-Induced Demand) pada Layanan Persalinan Sesar di Indonesia Defrika Muharani; Regi Faula Sari; Primacaeria Amri; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8510

Abstract

Peningkatan angka persalinan sesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama terkait kemungkinan terjadinya fenomena supplier-induced demand (SID). Fenomena ini merujuk pada kondisi di mana penyedia layanan kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan klinis pasien untuk meningkatkan penggunaan layanan tertentu, termasuk tindakan operasi sesar, yang tidak selalu didasarkan pada indikasi medis yang kuat. Tingginya angka persalinan sesar yang melampaui rekomendasi organisasi kesehatan internasional menimbulkan kekhawatiran terhadap efisiensi pembiayaan kesehatan serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena supplier-induced demand pada layanan persalinan sesar di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sistematis terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan angka persalinan sesar tidak hanya terjadi secara signifikan, tetapi juga berpotensi mencakup tindakan yang tidak sesuai indikasi medis, dengan estimasi global mencapai 30–50% di beberapa negara. Kondisi ini berdampak pada peningkatan risiko komplikasi bagi ibu dan bayi serta pemborosan biaya kesehatan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fenomena supplier-induced demand berpotensi terjadi dalam layanan persalinan sesar di Indonesia dan memerlukan penanganan yang komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran stakeholder, termasuk pemerintah, dinas kesehatan, lembaga akreditasi, dan rumah sakit dalam mengendalikan praktik layanan melalui regulasi, pengawasan, audit klinis, serta peningkatan edukasi pasien.
Evaluasi Ekonomi Penggunaan Teknologi Telemedis di Indonesia Primacaeria Amri; Regi Faula Sari; Defrika Muharani; Budi Hartono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9210

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan penggunaan telemedis sebagai salah satu inovasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Telemedis memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara jarak jauh sehingga dapat meningkatkan akses layanan, terutama pada daerah dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. elain memberikan kemudahan akses, penggunaan telemedis juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan. Namun, implementasi telemedis masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kesiapan sumber daya manusia, serta perbedaan efektivitas biaya pada berbagai jenis layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek ekonomi penggunaan teknologi telemedis di Indonesia melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dengan sumber yang bersifat open access. Analisis difokuskan pada efisiensi biaya, manfaat ekonomi, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasi telemedis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedis mampu menurunkan biaya operasional pelayanan, mengurangi biaya transportasi pasien, serta meningkatkan efisiensi administrasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Selain itu, evaluasi ekonomi menggunakan pendekatan Cost-Effectiveness Analysis (CEA) menunjukkan bahwa telemedis lebih efektif pada layanan konsultasi kesehatan primer, monitoring penyakit kronis, dan layanan tindak lanjut pasien. Kesimpulannya, telemedis memiliki potensi ekonomi yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, namun memerlukan evaluasi ekonomi berbasis CEA, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.