Kontrasepsi implant merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang sangat efektif, aman, dan reversibel, namun cakupan penggunaannya di Indonesia masih rendah dibandingkan metode hormonal jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat ibu dalam memilih kontrasepsi implant di Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 orang ibu akseptor kontrasepsi implant yang dipilih secara purposive sampling. Variabel independen meliputi dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan, pekerjaan, dan usia; variabel dependen adalah minat ibu memilih implant. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mendapatkan dukungan tenaga kesehatan, 54,8% memiliki pengetahuan baik, 90,5% tidak bekerja, 66,7% berusia 20–35 tahun, dan 88,1% memiliki minat tinggi terhadap implant. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan minat ibu (p = 0,020), sementara pekerjaan (p = 0,521) dan usia (p = 0,132) tidak berhubungan signifikan. Variabel dukungan tenaga kesehatan tidak dapat dianalisis secara statistik karena bersifat konstan. Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi minat ibu memilih kontrasepsi implant. Penguatan program edukasi dan konseling kesehatan reproduksi yang komprehensif, akurat, dan berkelanjutan menjadi strategi kunci dalam meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi implant sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas.
Copyrights © 2026