Dalam industri manufaktur, kualitas produk sangat penting karena berkaitan secara langsung dengan kepuasan pelanggan dan keberlangsungan bisnis. PT XYZ memproduksi komponen otomotif, yaitu ring piston, salah satunya compression ring K1N-HVN 53.5 line type G52. Dalam proses produksinya, masih ditemukan defect karat dengan jumlah yang cukup tinggi sehingga menyebabkan peningkatan produk reject. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor terjadinya defect karat serta menyusun palnning improvement berdasarkan metode Six Sigma dan  pendekatan DMAIC. Perhitungan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa selama periode April–September 2025 defect karat mencapai 17.044 pcs dari total produksi 171.522 pcs atau sebesar 9,94%. Jenis defect yang paling dominan adalah gai karat dengan kontribusi sebesar 56,09%. Lebih lanjut, perhitungan tingkat sigma berada pada angka 3,20. Hasil tersebut menunjukkan bahwa performa proses produksi masih perlu ditingkatkan agar tingkat defect dapat diminimalkan. Analisis faktor penyebab defect mengarah ke beberapa aspek, yaitu rendahnya kesadaran operator (faktor manusia), proses produksi yang belum stabil (faktor mesin dan metode), waktu tunggu produk yang terlalu lama (faktor metode dan material), kondisi produk yang belum benar-benar kering (faktor metode), serta kelembapan area kerja yang tinggi (faktor lingkungan). Usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan disiplin operator, pengendalian proses produksi, perbaikan alur perpindahan produk, dan pengaturan kondisi penyimpanan. Setelah dilakukan perbaikan, nilai sigma meningkat dari 3,20 menjadi 3,39 sehingga metode Six Sigma-DMAIC dinilai mampu membantu perusahaan dalam mengurangi defect karat serta meningkatkan kualitas proses produksi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026