Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Kapabilitas Proses Filling Tepung Bumbu Menggunakan Metode DMAIC di PT XYZ Dwi Alfiansyah; Setiawan Setiawan; Yulia Aneke Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8633

Abstract

Proses pengisian pada mesin filling memiliki peran penting dalam menjamin kesesuaian berat produk terhadap spesifikasi. Namun, pada kondisi awal ditemukan variasi berat produk yang tinggi sehingga kapabilitas proses belum optimal. Penelitian ini difokuskan pada perbaikan variasi berat produk tepung bumbu 210 gram di mesin X. Tujuan penelitian adalah menganalisis kapabilitas proses awal, mengidentifikasi faktor penyebab variasi, serta meningkatkan kapabilitas proses agar lebih stabil dan konsisten. Penelitian ini menerapkan pendekatan DMAIC, dengan identifikasi akar masalah menggunakan metode fishbone diagram serta 5 Why Analysis, serta evaluasi kinerja melalui analisis kapabilitas proses. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode time-based sampling dengan total 120 data pengamatan yang dikelompokkan ke dalam 24 subgroup untuk analisis peta kendali X̄-R dan kapabilitas proses. Hasil pengukuran awal menghasilkan nilai Cp 1,07 dan Cpk 0,80 sehingga proses dinilai belum optimal dalam memenuhi spesifikasi. Hasil menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab variasi adalah posisi sensor level hopper yang terlalu rendah sehingga menyebabkan ketidakstabilan aliran bahan. Perbaikan dilakukan melalui penyesuaian posisi sensor menjadi lebih tinggi dari kondisi awal. Hasilnya, variasi berat menurun dan kapabilitas proses meningkat dengan nilai Cp 1,36 dan Cpk 1,30, serta proses menjadi stabil. Disimpulkan bahwa penyesuaian posisi sensor efektif meningkatkan kestabilan dan kapabilitas proses. Pemantauan berkala disarankan untuk menjaga kinerja proses tetap optimal.
Implementasi Metode Six Sigma-DMAIC dalam Menurunkan Angka Defect Karat Produk Compression Ring di PT XYZ Refiana Ayu Kharisma; Setiawan Setiawan; Yulia Aneke Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8920

Abstract

Dalam industri manufaktur, kualitas produk sangat penting karena berkaitan secara langsung dengan kepuasan pelanggan dan keberlangsungan bisnis. PT XYZ memproduksi komponen otomotif, yaitu ring piston, salah satunya compression ring K1N-HVN 53.5 line type G52. Dalam proses produksinya, masih ditemukan defect karat dengan jumlah yang cukup tinggi sehingga menyebabkan peningkatan produk reject. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor terjadinya defect karat serta menyusun palnning improvement berdasarkan metode Six Sigma dan  pendekatan DMAIC. Perhitungan yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa selama periode April–September 2025 defect karat mencapai 17.044 pcs dari total produksi 171.522 pcs atau sebesar 9,94%. Jenis defect yang paling dominan adalah gai karat dengan kontribusi sebesar 56,09%. Lebih lanjut, perhitungan tingkat sigma berada pada angka 3,20. Hasil tersebut menunjukkan bahwa performa proses produksi masih perlu ditingkatkan agar tingkat defect dapat diminimalkan. Analisis faktor penyebab defect mengarah ke beberapa aspek, yaitu rendahnya kesadaran operator (faktor manusia), proses produksi yang belum stabil (faktor mesin dan metode), waktu tunggu produk yang terlalu lama (faktor metode dan material), kondisi produk yang belum benar-benar kering (faktor metode), serta kelembapan area kerja yang tinggi (faktor lingkungan). Usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan disiplin operator, pengendalian proses produksi, perbaikan alur perpindahan produk, dan pengaturan kondisi penyimpanan. Setelah dilakukan perbaikan, nilai sigma meningkat dari 3,20 menjadi 3,39 sehingga metode Six Sigma-DMAIC dinilai mampu membantu perusahaan dalam mengurangi defect karat serta meningkatkan kualitas proses produksi secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proses Pembuatan Kusen Pintu Menggunakan Metode HIRARC: (Studi Kasus: UD Berkah Jaya Kusen ) Yayang Fadilla; Setiawan; Yulia Aneke Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1864

Abstract

K3 adalah komponen dalam membangun tempat kerja yang aman dan produktif. Namun, penerapan K3 pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum dilakukan secara optimal, termasuk pada industri pembuatan kusen pintu. Penelitian bertujuan untuk menemukan risiko K3, menganalisis tingkat risiko, bersama dengan menentukan pengendalian risiko selama proses pembuatan kusen pintu di UD Berkah Jaya Kusen menggunakan teknik HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).  Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan  observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi bahaya ditemukan pada seluruh tahapan pembuatan, yaitu pemilihan bahan kayu, pemotongan kayu, penghalusan dan penyerutan, perakitan serta finishing. Pengendalian risiko dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), perbaikan metode kerja, penyusunan prosedur  kerja aman, serta penataan lingkungan kerja. Metode HIRARC memberikan gambaran risiko kerja serta rekomendasi pengendalian risiko pada setiap tahapan pembuatan kusen pintu di UD Berkah Jaya Kusen.
Penerapan Good Manufacturing Practice Dalam Aspek Personal Higiene Untuk Menjamin Keamanan Pangan Menggunakan Metode FMEA   Gilang Apriliansyah; Setiawan; Yulia Aneke Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1872

Abstract

Industri pangan memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi produk oleh sebab itu mekanisme penerapan keamanan pangan yang efisien diperlukan. Salah satu sistem dasar yang digunakan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan adalah Good Manufacturing Practice (GMP). Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan GMP pada aspek personal higiene karyawan di PT XYZ serta mengidentifikasi risiko kegagalan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dokumentasi perusahaan, dan analisis FMEA. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan GMP pada aspek personal higiene masih belum optimal, terutama pada penggunaan alat pelindung diri, prosedur mencuci tangan, dan kepatuhan penggunaan seragam kerja. Berdasarkan analisis FMEA, risiko tertinggi berasal dari ketidakpatuhan operator dalam mencuci tangan sebelum memasuki area produksi, serta penggunaan APD yang tidak lengkap. Nilai Risk Priority Number (RPN) digunakan sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan pengawasan, pelatihan berkala, penerapan inspeksi rutin, dan penguatan budaya higiene untuk meningkatkan efektivitas sistem keamanan pangan di PT XYZ.