Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional Indonesia. Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat memiliki potensi besar, khususnya pada UMKM kuliner berbasis sumber daya laut. Transformasi menuju destinasi wisata kelas dunia harus didukung oleh kesiapan ekosistem, terutama sektor kuliner lokal yang kompetitif. Namun, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada UMKM kuliner tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kesenjangan antara kompetensi SDM saat ini dengan kebutuhan pasar yang dinamis menjadi hambatan dalam meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing usaha. Tanpa strategi pengembangan yang tepat, UMKM berisiko tertinggal di tengah pertumbuhan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM UMKM kuliner di Pangandaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran serta pelaku UMKM kuliner setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pelatihan, serta minimnya dukungan dan akses informasi. Meskipun demikian, potensi pengembangan tetap besar seiring meningkatnya permintaan kuliner akibat pertumbuhan pariwisata. Strategi kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha menjadi solusi utama. Dukungan melalui pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan yang proaktif sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Pangandaran.
Copyrights © 2026