Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literasi Untuk Kesejahteraan Bagi Pengelola Taman Baca Di Jaringan Komunitas 1001Buku Fanni Erda Tasia; Syamsul Anwar; Syafaatul Hidayati; Badrus Sholeh; Pacifico Shorea Rotaria
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.121 KB)

Abstract

Tujuan dari PKM ini adalah untuk mensosialisasikan mengenai pentingnya literasi untuk kesejahteraan. Diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pengelola taman baca di jaringan komunitas 1001buku mengenai literasi dan dapat menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada masyarakat sekitar sehingga berdampak luas dikemudian hari. Dalam kehidupannya, setiap masyarakat pasti akan selalu terlibat dengan anggaran dan keuangan. Untuk itu, literasi keuangan adalah sesuatu yang diperlukan oleh setiap orang agar mampu menerapkan skala prioritas dalam mengelola keuangannya. Oleh karena itu, kami tim dosen Universitas Pamulang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pengetahuan yang lebih dalam kepada pengelola taman baca di jaringan 1001buku, mengenai pentingnya literasi bagi kehidupan manusia, karena pada akhirnya literasi itu akan berdampak bagi kesejahteraan, baik dalam hal literasi dalam hal baca dan tulis maupun literasi keuangan.Kata kunci: Literasi keuangan, Literasi kesejahteraan, Pengelolaan keuangan
PELATIHAN E-COMMERCE SISWA SMK YPUI PARUNG SEBAGAI SOLUSI PERBAIKAN PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Budi Apriyanto; Dede Supriyadi; Pacifico Shorea Rotaria; Enjah Pipit Fitriyadi; Nur Lingga Setya Dewi
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.607 KB)

Abstract

Setahun sudah Covid-19 melanda bumi nusantara, sejak itulah perekonomian masyarakat mengalami penurunan. Banyak kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran serta upaya dalam menstabilkan perekonomian. Salah satunya adalah e-commerce, sesuai yang dikemukakan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam webinar, bahwa perdagangan secara online atau menggunakan platform e-commerce merupakan solusi untuk meningkatkan perdagangan di tengah pandemi COVID-19. Hal ini menjadi penting sebab perdagangan yang merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menyadari bahwa e-commerce merupakan salah satu solusi mengatasi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.Konsumsi penggunaan internet di masa pandemik semakin meningkat khususnya akses di berbagai marklet place, dikarenakan masyarakat lebih memilih berbelanja secara online dari rumah dikarenakan untuk menghindari kontak langsung dengan banyak orang. Media sosial merupakan sebuah teknologi yang bisa membuat orang saling terhubung secara online baik dalam hubungan personal maupun bisnis. Media sosial berperan sebagai media penghubung informasi dan komunikasi antara penjual dengan pembeli, selain itu media sosial memiliki potensi untuk menemukan konsumen serta membangun image tentang merk suatu produk (Vernia, 2017). Proses jual beli yang dilakukan melalui internet dikenal dengan e-commerce atau electronic commerce (Khasanah & Rofiah, 2019).E-Commerce menjadi alternatif untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19. E-Commerce merupakan cara berbisnis yang memanfaatkan perkembangan teknologi yang menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. E-Commerce memiliki 4 jenis yaitu 1. Business to- Business (B2B), 2. Busines to Consummer (B2C), 3. Consumer to Consumer (C2C), 4. Consumer to Business (C2B). Namun tidak semua masyarakat mengetahui kelebihan dan cara berbisnis online, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan E-Commerce. Sosialisasi dan pelatihan E-Commerce pada masa pandemi dilakukan secara online.
Strategi Pengembangan Kompetensi SDM UMKM Kuliner Di Pangandaran Untuk Meningkatkan Daya Saing Widia Astuti; Asridah Warni Tanjung; Pacifico Shorea Rotaria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9073

Abstract

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional Indonesia. Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat memiliki potensi besar, khususnya pada UMKM kuliner berbasis sumber daya laut. Transformasi menuju destinasi wisata kelas dunia harus didukung oleh kesiapan ekosistem, terutama sektor kuliner lokal yang kompetitif. Namun, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada UMKM kuliner tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan. Kesenjangan antara kompetensi SDM saat ini dengan kebutuhan pasar yang dinamis menjadi hambatan dalam meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing usaha. Tanpa strategi pengembangan yang tepat, UMKM berisiko tertinggal di tengah pertumbuhan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kompetensi SDM UMKM kuliner di Pangandaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berlokasi di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran serta pelaku UMKM kuliner setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana, rendahnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pelatihan, serta minimnya dukungan dan akses informasi. Meskipun demikian, potensi pengembangan tetap besar seiring meningkatnya permintaan kuliner akibat pertumbuhan pariwisata. Strategi kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha menjadi solusi utama. Dukungan melalui pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kebijakan yang proaktif sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner di Pangandaran.
Enhancing Employee Performance through Transformational Leadership and Employee Engagement in Educational Service Institutions Pacifico Shorea Rotaria
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5825

Abstract

Adolescence is a critical developmental period characterized by emotional instability, identity exploration, and increased vulnerability to interpersonal conflict, particularly within school environments where peer interactions are intensive. In Madrasah Tsanawiyah (MTs), which integrates academic and religious education, empirical studies examining students’ conflict management styles and psychological well-being remain limited, underscoring the urgency of context-specific research. This study aimed to identify the dominant conflict management styles and to map the strengths and weaknesses of psychological well-being dimensions among ninth-grade students at MTs An-Nuriyah, as a basis for educational and psychosocial intervention planning. A quantitative descriptive design was employed, involving 60 ninth-grade students selected through simple random sampling. Data were collected using a conflict management style questionnaire based on the Thomas–Kilmann model and a psychological well-being scale adapted from Ryff’s (1989) six-dimensional framework. The results indicated that avoiding (M = 3.85) and collaborating (M = 3.84) were the most dominant conflict management styles, followed by compromising and accommodating, while the competing style demonstrated the lowest mean score. The psychological well-being profile revealed strong dimensions in positive relations with others, personal growth, and environmental mastery, with relatively lower levels of autonomy and self-acceptance. These findings suggest that although students tend to adopt harmonious and cooperative approaches to conflict, they may experience limitations in independent decision-making and self-evaluation. Practically, the results highlight the need for school-based guidance and counselling programs that strengthen autonomy and self-acceptance while fostering assertive and constructive conflict management skills to support optimal psychological development during adolescence.