The process of instilling ethical values in students frequently remains centered on the theoretical delivery of material and has not been adequately connected to real-life situations, resulting in low levels of comprehension and active student engagement during the learning process. A similar phenomenon was identified at DTA Al-Muhajirin, where the majority of students demonstrated passive attitudes and experienced difficulties in translating ethical values into their daily behavior. This study was conducted to examine the extent to which students’ ethical knowledge could be improved through the implementation of the role-play method within the framework of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The study employed a quantitative descriptive research design involving 20 students aged 8–12 years at DTA Al-Muhajirin as research participants. Data were collected using pretest and posttest instruments to measure students’ ethical knowledge before and after the instructional intervention was implemented. The findings revealed a substantial improvement in students’ ethical knowledge following the intervention. The average score increased from 78 to 93, while the lowest score improved from 53.3 to 80. All students consistently demonstrated positive score trajectories, indicating that the role-play method within the CTL framework has the potential to create more meaningful, contextualized, and participatory learning experiences. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the role-play method through the CTL approach made a significant positive contribution to enhancing students’ ethical understanding at DTA Al-Muhajirin. ABSTRAK Proses penanaman nilai etika kepada peserta didik kerap kali masih bertumpu pada penyampaian materi secara teoritis dan belum dihubungkan secara memadai dengan situasi kehidupan yang sesungguhnya, sehingga berimplikasi pada rendahnya daya serap maupun keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung. Fenomena yang sama turut teridentifikasi di DTA Al-Muhajirin, di mana sebagian besar peserta didik menunjukkan sikap pasif dan mengalami kesulitan dalam mengejawantahkan nilai-nilai etika ke dalam perilaku keseharian mereka. Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan mengkaji sejauh mana pengetahuan etika peserta didik dapat ditingkatkan melalui implementasi metode role play dalam bingkai pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 20 peserta didik berusia 8–12 tahun di DTA Al-Muhajirin sebagai subjek kajian. Instrumen pengumpulan data berupa pretest dan posttest yang digunakan untuk memotret tingkat pengetahuan etika peserta didik sebelum dan setelah perlakuan pembelajaran diterapkan. Temuan penelitian mengungkapkan adanya lonjakan yang cukup signifikan pada pengetahuan etika peserta didik pascaintervensi. Rerata nilai mengalami kenaikan dari 78 menjadi 93, sementara capaian terendah turut meningkat dari 53,3 menjadi 80. Keseluruhan peserta didik tanpa pengecualian memperlihatkan trajektori nilai yang positif, yang mengisyaratkan bahwa metode role play dalam kerangka CTL berpotensi mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, membumi, dan mendorong partisipasi aktif. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode role play melalui pendekatan CTL memberikan kontribusi positif yang nyata dalam menumbuhkan pemahaman etika peserta didik di DTA Al-Muhajirin.
Copyrights © 2026