Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif untuk menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku produksi, seperti hasil pertanian kedelai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan serta nilai tambah yang diperoleh dari UMKM Rumah. Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi yang dikeluarkan pada pembuatan tempe aci sebesar Rp4.753.930,56 dan biaya produksi pada tempe original sebesar Rp3.614.930,56. Biaya produksi pembuatan keripik tempe aci sebesar Rp11.247.980,62 dan biaya produksi pembuatan keripik tempe original sebesar Rp9.538.592,00. Penerimaan sebesar Rp20.805.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp9.557.019,38 pada keripik tempe aci dan penerimaan sebesar Rp15.660.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp6.121.408,00pada keripik tempe original. Nilai tambah yang dihasilkan pada tempe aci sebesar Rp4.692,31/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 19,25% dan nilai tambah pada tempe original sebesar Rp34.427,91/kg dengan rasio nilai tambah 31,12%. Adapun nilai tambah pada keripik tempe aci sebesar Rp61.338,79 /kg dengan rasio nilai tambah 61,34%. Nilai tambah pada keripik tempe original sebesar Rp68.911,41/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 57,43%.
Copyrights © 2026