Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI MOLUSKA (BIVALVIA DAN GASTROPODA) DI AREA KAWASAN LUBUK LARANGAN SUNGAI BATANG BUNGO DUSUN TEBAT KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Mariyah, Mariyah; Amrullah, Mohd Yusuf; Syafrialdi, Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1732

Abstract

Perairan umum daratan di Indonesia meliputi rawa, sungai, dan danau, yang menjadi media tempat hidup organisme makroobentos seperti Moluska jenis bivalvia dan gastropoda. Penelitian ini dilaksanakan di area kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Bungo Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dilakukan pada bulan Agustus 2024. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan karakteristik moluska yang ditemukan di area kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Bungo Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Hasil penelitian pada area kawasan Lubuk Larangan Dusun Tebat Sungai Batang Bungo, pada moluska kelas bivalvia ditemukan dengan 1 (satu) spesies yaitu Anodonta woodiana, dan kelas Gastropoda, ditemukan dengan 6 (enam) spesies di antaranya adalah Stenomelania rufescens, Terebia granifera, Thiara winteri, T. scabra, Melanoides plicaria, dan Pila ampullacea. Phylum moluska untuk bivalvia memiliki 2 jenis.
Evaluation of Covid-19 vaccination in 2021 in nganjuk regency Mariyah, Mariyah; Satibi, Satibi; Iswandi, Iswandi
Science Midwifery Vol 11 No 6 (2024): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i6.1417

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease that has never been identified before in humans, in severe cases it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure, and even death which has been declared a non-natural disaster as a public health emergency. The purpose of this study is to determine and evaluate the implementation of COVID-19 vaccination which includes planning needs, distribution, storage, recording and reporting, monitoring and overcoming adverse events after COVID-19 vaccination, and monitoring evaluation in accordance with the Minister of Health Regulation Number HK.01.07 / MENKES / 4638 / 2019. This research method uses observational research with a descriptive approach. This research is conducted to assess a program that is being or has been implemented. The results of this research are used to improve and/or refine the program or system. In managing the results of this evaluation research, simple statistical analysis is usually used. The implementation of COVID-19 vaccination in Nganjuk Regency includes planning needs, distribution, storage, recording and reporting, monitoring and overcoming adverse events after COVID-19 vaccination, as well as monitoring and evaluation in accordance with Minister of Health Regulation Number HK.01.07/MENKES/4638/2021. The evaluation of the implementation of COVID-19 vaccination in 2021 in Nganjuk District includes several components, namely planning, organizing, mobilizing, monitoring, and output. However, at the planning stage, the need for COVID-19 vaccination stocks is not in accordance with the achievement target. The distribution and storage of SOPs have been carried out well, SOPs are carried out with references in accordance with their respective technical instructions along with recording AEFI reporting and monitoring.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ZAKAT PERSPEKTIF UU NO. 23 TAHUN 2011 (STUDI DI MASJID BAITUL IZZAH, KELURAHAN WATUBANGGA, KOTA KENDARI) Mariyah, Mariyah; Halimang, Sitti; Idris, Muhammad
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 2 No 2 (2020): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v2i2.2970

Abstract

Artikel ini mengangkat masalah bagaimana bentuk-bentuk pengelolaan zakat di Masjid Baitul Izzah Kelurahan Watubangga, Kota Kendari, dan bagaimana perspektif Undang-Undang No. 23 tahun 2011 terhadap optimalisasi pengelolaan zakat di Masjid Baitul Izzah Kelurahan Watubangga, Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran tentang kejadian di lapangan secara sistemik dan faktual serta menjelaskan berbagai hubungan dari semua data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data, dalam hal ini Penulis akan melakukan wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menemukan konklusi bahwa telah dilakukan optimalilsasi pengelolaan zakat yang dilakukan di Masjid Baitul Izzah Kota Kendari. Pengelolaan zakat ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai. Adapun yang sesuai adalah terdapat pada pengelolaan zakat fitrah yang dilakukan melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penlaksanaan, pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Sedangkan yang tidak sesuai terdapat pada pengelolaan zakat mal yang belum diterapkan secara sempurna, dan alokasi dana zakat mal hanya diperuntukan untuk pembangunan Masjid, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang bersangkutan.
ANALISIS PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens.L) DI KELURAHAN TERITIP KECAMATAN BALIKPAPAN TIMUR KOTA BALIKPAPAN Sagita, Anjely Rahma; Maryam, Syarifah; Mariyah, Mariyah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.65686

Abstract

Abstrak Harga cabai rawit yang fluktuatif menimbulkan ketidakpastian dalam pendapatan yang diterima oleh petani. Kelurahan Teritip merupakan salah satu daerah pengembangan tanaman hortikultura di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, marjin pemasaran, farmers’ share, menganalisis keuntungan lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran, dan menganalisis efisiensi pemasaran cabai rawit.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember tahun 2024 di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan. Penentuan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini melibatkan 37 responden, termasuk 15 petani cabai rawit, 7 pengumpul, dan 15 pengecer. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran di Kelurahan Teritip adalah saluran dua Tingkat (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Pengecer-Konsumen). Margin sebesar Rp 15.000,00 per kilogram, dengan bagian harga yang diterima petani sebesar 57% dari harga tersebut.  Rata-rata keuntungan pemasaran di Tingkat pedagang pengumpul adalah Rp 4.311,00 per kilogram per responden, sedangkan pengecer memperoleh rata-rata Rp 7.191,00 per kilogram per responden. Pengumpul mencapai tingkat efisiensi 3%, sedangkan pengecer mencapai 8%. Pemasaran cabai rawit termasuk kategori efisien.Kata Kunci: Cabai Rawit, Fluktuasi Harga, Hortikultura, Marjin, Pemasaran.AbstractCayenne pepper prices are subject to fluctuations, which result in farmers experiencing income uncertainty.  This research aims to determine the efficiency of cayenne pepper marketing in Teritip Village, East Balikpapan District, Balikpapan City, as well as the marketing margins, portion received by farmers, and profits earned by each marketing institution.  Teritip Village, Balikpapan Timur Subdistrict, Balikpapan City, was the site of this investigation from November to December 2024.  The sampling methods employed were purposive sampling and snowball sampling.  A total of 37 respondents participated in the study, which included 15 chili pepper farmers, 7 collectors, and 15 retailers.  The analysis methodologies implemented included descriptive analysis and marketing efficiency analysis.  The study's findings suggest that the chili pepper marketing channel in Teritip Village is a two-level marketing channel (producer-collectors-retailers-consumer).  Farmers receive 57% of the total marketing margin, which is Rp 15,000.00 per kilogram.   The average marketing profit of collectors is Rp 4,311.00 per kilogram per respondent, while the average profit of retailers is Rp 7,191.00 per kilogram per respondent.  Retailers attain an efficiency level of 8%, while collectors attain a percentage of 3%. Marketing of cayenne peppers is efficient.Keywords: Cayenne Peppers, Price Fluctuations, Horticulture, Margin, Marketing.
PRODUK DOMESTIK BRUTO DALAM EMISI CO2 SEKTOR PERTANIAN DAN PERTANIAN REGENERATIF SEBAGAI SOLUSI MENUJU NET ZERO EMISSION 2060 Artamepia, Leony; Mariyah, Mariyah
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan pangan, dan penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan aktivitas ekonomi di sektor ini berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida (CO₂), terutama apabila pertumbuhan produksi belum sepenuhnya mengadopsi prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian terhadap emisi CO₂ sektor pertanian di Indonesia selama periode 2003–2023, serta mengeksplorasi potensi pertanian regeneratif sebagai solusi menuju target net zero emission 2060. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana berbasis data deret waktu periode 2003-2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa PDB sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi CO₂, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 73,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian cenderung diikuti oleh peningkatan emisi karbon. Oleh karena itu, penerapan pertanian regeneratif yang menekankan pemulihan kesehatan tanah, pelestarian keanekaragaman hayati, serta efisiensi penggunaan input menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan rendah karbon, sejalan dengan kerangka green economy dan tujuan pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: PDB Sektor Pertanian, Emisi CO₂, Pertanian Regeneratif.AbstractThe agricultural sector plays a strategic role in national economic development through its contribution to Gross Domestic Product (GDP), food provision, and employment generation. However, increasing agricultural economic activities may lead to higher carbon dioxide (CO₂) emissions, particularly when production expansion is not accompanied by sustainable practices. This study aims to analyze the effect of agricultural GDP on CO₂ emissions from the agricultural sector in Indonesia during the period 2003–2023, and to explore the potential of regenerative agriculture as a pathway toward achieving net zero emissions by 2060. A quantitative approach was employed using simple linear regression analysis based on time-series data for the period 2003-2023. The results indicate that agricultural GDP has a positive and statistically significant effect on CO₂ emissions, with a coefficient of determination of 73.7%. These findings suggest that economic growth in the agricultural sector tends to be associated with increased carbon emissions. Therefore, the adoption of regenerative agriculture practices emphasizing soil health restoration, biodiversity conservation, and efficient input use is essential to support low-carbon agricultural development, in line with the green economy framework and the sustainable development goals.Keywords: Agricultural GDP; CO₂ Emissions; Regenerative Agriculture.