Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi mahasiswa difabel dalam menjalani perkuliahan di Universitas Sahid Surakarta. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari kesulitan dan beradaptasi dengan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan. Mahasiswa difabel menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan tinggi, baik dari aspek akademik, sosial, maupun psikologis. Meskipun demikian, sebagian dari mereka mampu menunjukkan ketahanan diri yang kuat dalam menghadapi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada 6 informan utama (mahasiswa difabel) dan 2 informan pendukung. Wawancara dilakukan secara lisan maupun bantuan media tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa difabel terbentuk melalui tiga aspek utama berdasarkan teori Grotberg (1999), yaitu I Have (dukungan sosial dan fasilitas), I Am (penerimaan diri dan motivasi internal), dan I Can (kemampuan mengelola emosi dan memecahkan masalah). Faktor lingkungan kampus yang inklusif, dukungan dari keluarga dan teman, serta motivasi pribadi menjadi penentu utama dalam membentuk ketahanan diri mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga emosional dan sosial, guna mendukung keberhasilan mahasiswa difabel dalam menempuh pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025