Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi makna haji yang terkandung dalam pola asuh keluarga dalam menanamkan pemahaman mengenai nilai-nilai Haji dan Umrah kepada anak, faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan keluarga dalam pendidikan Haji dan Umrah, serta pengaruh keterlibatan keluarga terhadap pemahaman anak mengenai makna ibadah tersebut, yang penelitian nya di lakukan di Desa Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan anak, termasuk dalam mengenalkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral yang terkandung dalam ibadah Haji dan Umrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan secara mendalam pola asuh yang diterapkan oleh keluarga dalam memberikan pembelajaran tentang Haji dan Umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan keluarga umumnya berupa pemberian teladan (keteladanan), pembiasaan dalam praktik ibadah, pemberian nasihat, serta pengenalan cerita dan pengalaman tentang pelaksanaan Haji dan Umrah. Keterlibatan keluarga dalam pendidikan Haji dan Umrah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat pemahaman keagamaan orang tua, pengalaman melaksanakan Haji atau Umrah, lingkungan sosial dan budaya, serta tingkat pendidikan orang tua. Selain itu, keterlibatan keluarga yang aktif dalam memberikan pembelajaran keagamaan terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman anak mengenai makna dan nilai-nilai Haji dan Umrah, seperti nilai keikhlasan, kesabaran, kebersamaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan demikian, peran keluarga sangat penting dalam membentuk pemahaman religius anak melalui pola asuh yang tepat dan keterlibatan yang aktif dalam pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga.
Copyrights © 2026