Digitalisasi pencatatan pemeriksaan kapal menjadi komponen kunci dalam upaya meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi proses karantina kesehatan di pelabuhan. Saat ini, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok masih mengandalkan pencatatan manual berbasis kertas, yang sering menimbulkan duplikasi pekerjaan, risiko kehilangan atau kerusakan arsip, serta keterlambatan dalam penyusunan laporan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan prototipe sistem pencatatan pemeriksaan kapal berbasis mobile menggunakan KoboToolbox, sebuah platform open-source yang diintegrasikan dengan Google Spreadsheet melalui pendekatan no-code system development. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi proses kerja, wawancara petugas pemeriksa, dan telaah dokumen terkait, sedangkan pengembangan sistem mengikuti tahapan System Development Life Cycle (SDLC). Sistem dirancang untuk menghubungkan tiga formulir pemeriksaan kapal menggunakan mekanisme dynamic linking berbasis nomor International Maritime Organization (IMO) sebagai unique identifier, sehingga memungkinkan konsolidasi data secara otomatis dan pembangkitan laporan instan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem digital mampu meningkatkan efisiensi operasional, keteraturan dan kualitas data, serta ketepatan waktu pelaporan. Petugas juga menunjukkan penerimaan positif terhadap sistem karena kemudahan penggunaan dan pengurangan beban administrasi. Temuan ini menegaskan bahwa solusi digital berbasis open-source, mobile, dan no-code berpotensi memperkuat sistem surveilans kesehatan pelabuhan dan mendukung percepatan transformasi digital layanan karantina kesehatan.
Copyrights © 2026