Latar Belakang: Masa remaja adalah masa mengalami “badai dan tekanan”, yaitu masa dimana ketegangan emosi remaja meninggi yang berdampak pada perubahan sosial emosional. Ketidak mampuan remaja dalam meregulasi emosi akan berdampak pada respon emosi yang dipilih. Bullying menjadi salah satu bentuk ketidak mampuan remaja dalam meregulasi emosi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan strategi regulasi emosi expressive suppression dengan bullying pada remaja di SMP Negeri 1 Imogiri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel non probability simple random sampling dengan jumlah 90 orang remaja. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan korelasi pearson chi square, terdapat hubungan antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dengan bullying menunjukan sig= 0,001 (p<0,05), rxy= -0,908 dan hasil uji strategi regulasi emosi expressive suppression dengan bullying menunjukan sig= 0,891 (p<0,05), rxy= 0,015 yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan. Simpulan: Regulasi emosi yang efektif menjadi salah satu upaya pencegahan bullying. Melalui penggunaan strategi regulasi emosi yang efektif diharapkan mampu menjadi bekal bagi remaja untuk menghindari perilaku bullying.
Copyrights © 2024