Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Tanjung Muda, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh. Desa ini memiliki jumlah penduduk 1.289 jiwa dengan 403 kepala keluarga. Pada tahun 2024 tercatat terjadi lima kali kejadian banjir yang mengakibatkan 164 rumah terendam, 72 rumah mengalami kerusakan berat, dan 75 rumah mengalami kerusakan ringan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional, karena penelitian ini menguji hubungan antar variabel, serta memperbaiki penulisan statistic terutama pada pelaporan nilai p-vaue agar sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Teknik simple random sampling terhadap 93 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesiapsiagaan dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,2% responden memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah dan 48,4% mengalami kecemasan berat. Uji statistik chi-square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapsiagaan masyarakat dengan tingkat kecemasan. Semakin rendah tingkat kesiapsiagaan masyarakat, maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesiapsiagaan berbasis komunitas untuk mengurangi dampak psikologis akibat bencana banjir.
Copyrights © 2026