Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pangan fungsional dan keterampilan pembuatan yoghurt mandiri di kalangan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan mengenai pangan probiotik dan keterampilan dalam mengolah produk fermentasi di tingkat rumah tangga. Sebagai solusi, dilaksanakan pelatihan pembuatan yoghurt dengan metode kloning starter dari yoghurt komersial menggunakan susu UHT full cream. Metode ini dipilih karena kesederhanaannya, biaya rendah, serta potensi aplikatifnya dalam skala rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, diikuti oleh 28 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pangan fungsional, di mana rata-rata skor pre-test 58,7 meningkat menjadi 88,9 pada post-test, serta keberhasilan praktik pembuatan yoghurt oleh sebagian besar peserta. Sebanyak 93% peserta mampu mengikuti prosedur pembuatan dengan benar, dan 86% menunjukkan pemahaman proses fermentasi secara aplikatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam produksi pangan fungsional berbasis mikroba. Kegiatan ini juga membuka peluang jangka panjang untuk pengembangan usaha rumah tangga berbasis fermentasi serta memperkuat ketahanan gizi keluarga secara berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi gizi, pangan fungsional, yoghurt kloning, probiotik, fermentasi rumahan.
Copyrights © 2025