Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Antifungi Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Terhadap Jamur Penyebab Kandidiasis (Candida albicans) Zulkarnain, Zulkarnain; Muthiadin, Cut; Nur, Fatmawati; Rukmana, Rusmadi
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v2i1.4646

Abstract

Candidiasis is an infectious disease caused by the fungus Candida albicans. This  study aims to determine the effect of patikan kebo (Euphorbia hirta) leaf extract in inhibiting the growth of C. albicans. This research is an experimental study which was compiled using a Completely Randomized Design (CRD) by giving Patikan Kebo (E. hirta) leaf extract  in several concentrations, the concentrations of 40%, 45%, 50%, 55%, and 60% and controls (aquadest) and C. albicans mushroom with three repetitions. The parameters measured are the amount of inhibitory diameter formed around the paper discs in the 24 hour and 48 hour period. D ata obtained with three repetitions and observations of 24 hours and 48 hours showed that giving patikan kebo leaf extract in several types of concentration had an effect on inhibiting the growth and fungi of C . albicans. Furthermore, the data obtained were analyzed using analysis of variance (F-test) at the level of ? 0.05 and continued using the Smallest Significant Difference (LSD) ? 0.05 where the results showed that the giving of patikan kebo extract significantly affected the microbial growth test (C. albicans), where the higher the concentration of patikan kebo leaf extract, the greater the inhibition zone formed around the paper disk. 
ETNOBOTANI TANAMAN OBAT FAMILI ZINGIBERACEAE SEBAGAI BAHAN HERBAL UNTUK KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Rusmadi Rukmana; Zulkarnain Zulkarnain
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.25970

Abstract

Pandemi Coronavirus 2019 (COVID-19) saat ini menjadi masalah terbesar yang dihadapi lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia. Pemanfaatan tanaman herbal perlu mendapat perhatian dari pemerintah atau masyarakat, termasuk di Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu daerah dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tumbuhan dari famili Zingiberaceae pada masa pandemi COVID-19 sebagai bahan herbal untuk kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif untuk mendeskripsikan pemanfaatan tumbuhan famili Zingiberaceae sebagai bahan herbal. Hasil yang diperoleh dari pengisian kuisioner online oleh responden didapatkan data bahwa 59,5% responden mengetahui adanya bahan herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap Covid 19 dan 56,5% responden pernah menggunakan tumbuhan dari famili Zingiberaceae, diperoleh dari internet (53,10%), dapat diolah dengan mencampurkan beberapa jenis tanaman herbal (75,6%). Jenis tumbuhan dari famili Zingiberaceae yang paling sering digunakan sebagai bahan herbal untuk kesehatan adalah jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma domestica), lempuyang (Zingiber aromaticum), lengkuas (Alpinia galanga), dan kencur (Kaempferia galanga).
Karakteristik morfologi daun di kawasan hutan Bulu’ Ballea, Tinggi Moncong kabupaten Gowa sebagai referensi dalam pembelajaran morfologi tumbuhan Zulkarnain Zulkarnain; Rusmadi Rukmana; Hasyimuddin Hasyimuddin; Masriany Masriany; Baiq Farhatul Wahidah; Nurman Nurman; Rahmat Fajrin Alir
Prosiding Seminar Biologi Vol 5 No 1 (2019): PROSIDING SEMINAR BIOLOGI BIODIVERSITAS INDONESIA
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v5i1.11865

Abstract

Keanekaragaman jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan Bulu’ Ballea  memiliki karakteristik  morfologi daun yang beranekaragam juga  mulai dari bangun daun, permukaan daun, warna daun, tepi daun,tulang daun, ujung daun, dan pangkal daun. Morfologi daun merupakan karakteristik dan sifat yang dimiliki daun. Dengan mengetahui karakteristik morfologi daun ini, diharapkan bisa menjadi sumber literatur dan referensi bagi pembelajaran pada mata kuliah morfologi tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan dan karakteristik morfologi daun yang terdapat di kawasan Hutan Bulu Ballea, Kec. Moncong, kabupaten Gowa.Teknik pengumpulan data menggunakan  metode eksplorasi yaitu dengan cara menjelajah dan mengamati secara langsung karakteristik morfologi daun yang terdapat di lokasi penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang terdapat di lokasi penelitian sebanyak  30 jenis yang terdiri dari 24 famili yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dari permukaan daun, tulang daun, ujung daun, pangkal daun, dan tepi daun.
Keanekaragaman flora kandidat antioksidan dalam memperbaiki kualitas spermatozoa yang telah terpapar asap rokok Zulkarnain Zulkarnain; St. Aisyah Sijid; Syarif Hidayat Amrullah; Rusmadi Rukmana; Nurman Nurman; Rahmat Fajrin Alir
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15251

Abstract

Rokok dengan segala kandungan kimianya memiliki dampak bagi kesehatan, salah satunya adalah gangguan kesuburan pada pria. Seperti diketahui bahwa asap rokok mengandung radikal bebas yang mempengaruhi kinerja sistem reproduksi pria khususnya pada spermatozoa baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang hasil eksplorasi flora di Indonesia yang berpotensi sebagai kandidat antioksidan dalam memerangi radikal bebas yang terpapar asap rokok. Ada beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai calon antioksidan antara lain daun katuk (Sauropus androgynus), buah kersen (Muntingia calabura), ekstrak jintan hitam (Nigella sativa), nanas (Ananas comosus L), buah Juwet (Syzygium cumini L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dan buah semangka (Citrullus vulgaris). Hasil eksplorasi berupa tes di laboratorium menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas spermatozoa.
Kajian etnobotani untuk menggali potensi tanaman obat Rusmadi Rukmana; Musdalifah Mukhtar; Zulkarnain Zulkarnain
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.24201

Abstract

Etnobotani merupakan salah satu ilmu yang dapat digunakan untuk mempelajari hubungan antara manusia, tumbuhan dan lingkungan tumbuhan. Studi ilmu ini bersifat interdisipliner, melibatkan banyak cabang ilmu pengetahuan, seperti botani, biokimia, farmakologi, toksikologi, kedokteran, nutrisi, ekologi, evolusi, hukum, ekonomi sumber daya, sosiologi, antropologi dan lainnya. Selain itu, tujuannya adalah untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranya aspek kebutuhan kesehatan, ekonomi, budaya dan agama. Hasilnya juga bermanfaat ganda tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bermanfaat terhadap keberlangsungan biodiversitas sumber daya alam flora. Selain itu, juga bermanfaat dalam perlindungan pengetahuan dengan menggunakan jenis tanaman. Salah satu hasil penelitian etnobotani yang berfungsi untuk meningkatkan kehidupan manusia adalah pengetahuan umum tanaman obat untuk kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penggumpulan data menggunakan  literatur review method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan nilai guna sebagai tanaman obat baik digunakan secara langsung maupun diolah dengan tanaman lainnya. Berdasarkan sumbernya tanaman yang dimanfaatkan berasal dari tanaman yang dibudidaya dan juga dari tumbuhan liar. Bagian yang dimanfaatkan antara lain akar, batang, daun, getah, bunga dan buah. Selain itu tumbuhan juga dimanfaatkan sebagai pangan, kesehatan, pakan ternak, tanaman hias, kelengkapan acara adat dan potensi ekonomi.Kata Kunci: Etnobotani, tanaman obat, kesehatan
Efektivitas Antifungi Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Terhadap Jamur Penyebab Kandidiasis (Candida albicans) Zulkarnain Zulkarnain; Cut Muthiadin; Fatmawati Nur; Rusmadi Rukmana
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v2i1.4646

Abstract

Candidiasis is an infectious disease caused by the fungus Candida albicans. This  study aims to determine the effect of patikan kebo (Euphorbia hirta) leaf extract in inhibiting the growth of C. albicans. This research is an experimental study which was compiled using a Completely Randomized Design (CRD) by giving Patikan Kebo (E. hirta) leaf extract  in several concentrations, the concentrations of 40%, 45%, 50%, 55%, and 60% and controls (aquadest) and C. albicans mushroom with three repetitions. The parameters measured are the amount of inhibitory diameter formed around the paper discs in the 24 hour and 48 hour period. D ata obtained with three repetitions and observations of 24 hours and 48 hours showed that giving patikan kebo leaf extract in several types of concentration had an effect on inhibiting the growth and fungi of C . albicans. Furthermore, the data obtained were analyzed using analysis of variance (F-test) at the level of α 0.05 and continued using the Smallest Significant Difference (LSD) α 0.05 where the results showed that the giving of patikan kebo extract significantly affected the microbial growth test (C. albicans), where the higher the concentration of patikan kebo leaf extract, the greater the inhibition zone formed around the paper disk. 
KEANEKARAGAMAN TANAMAN BERPOTENSI SEBAGAI AFRODISIAK ALAMI Zulkarnain Zulkarnain; St Aisyah Sijid; Syarif Hidayat Amrullah; Rusmadi Rukmana
Teknosains Vol 16 No 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i2.28752

Abstract

Aphrodisiac is a compound that has the potential to increase sexual desire. Some of these compounds come from the group of flavonoids, alkaloids, and also steroidal saponins which are found in several types of plants. Among the plants that have potential as natural aphrodisiacs are tough bamboo shoots (Gigantochloa nigrociliata), katuk leaves (Sauropus androgynus (L) Merr.), purple eggplant (Solanum melongena L), Javanese chili (Piper retrofractum Vahl), young areca nut. (Areca catechu L), bitter melon (Momordica charantina L.), basil (Ocimum bacilicum), pepper (Piper nigrum), passion fruit seed (Passiflora ligularis Juss). The potential of these plants as natural aphrodisiacs was obtained from testing on experimental animals in the form of mice (Mus musculus) with several treatments and analysis.
Analisis kadar logam berat pada alga merah (Gracilaria sp) di Area Pelabuhan Larea-rea Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Syafaat, M. Aidin; Rukmana, Rusmadi; Masri, Mashuri; Latif, Ulfa Triyani A.; Dirhamzah, Dirhamzah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i2.45677

Abstract

Red algae (Gracilaria sp) is a type of red seaweed that is widely cultivated in Sinjai Regency because it has high economic value and is easy to cultivate. This study aims to determine the types and concentrations of heavy metals contained in red algae (Gracilaria sp) cultivated in the Larea-rea Port area, North Sinjai District, Sinjai Regency. The research method used was the purposive sampling method at four points and analyzing the heavy metal content was carried out using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method. The research location consists of four points, namely near Larea-rea Port (point 1), far from residential areas (point 2), near residential areas (point 3) and near residential areas and river estuaries (point 4). The results showed that the heavy metals contained in red algae were lead (Pb), cadmium (Cd) and mercury (Hg). The concentration of Pb metal in red algae with the highest value is at point 4, which is 1.971 mg/kg with a high pollution category. The Cd content with the highest value is at point 3, which is 0.046 mg/kg, including the low pollution category. While the Hg content with the highest value is at point 1, which is 0.08 mg/kg, including the low pollution category. Environmental parameters that influence this study are salinity and pH.
Brine Shrimp Lethality, Aktivitas Antioksidan dan Kadar Total Fitokimia dari Ekstrak Etanol Kasumba Turate (Carthamus tinctorius) Tahar, Nurshalati; Satrianegara, Fais; Rukmana, Rusmadi; Hamzah, Nursalam; Rukmana, Sitti; Alwi, Fitria; Roni, Abdul; Mukhriani, Mukhriani
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.135 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v15i1.71

Abstract

bstract: Kasumba turate had been used extensively in the treatment of varicella, but studies of safety, efficacy, and quality are incomplete. The objectives of these studies were to determine brine shrimp lethality, antioxidant activities and phytochemical contents of safflower ethanolic extract. The studies began with extraction, which soaked simplicia in 70% ethanol. Dried extract was determined for toxicity used brine shrimp lethality method. Although, antioxidant activities were measured by three methods, i.e., free radical scavenging (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil), cupric reducing antioxidant capacity, and ferric reducing antioxidant power. The phytochemicals total contents that measured were phenols, flavonoids and carotenoids. Based on studies result, rendemen extraction was 14.7%. The lethality level for brine shrimp was 109.64 ± 5.29 mg/L. The free radical scavenging, cupric reducing, and ferric reducing antioxidant activities were 35.40 ± 1.62 mg/L, 12.42 ± 0.95 mg/L and 36.47 ± 2.79 mg/L. Although, the phenol, flavonoid and carotenoid contents per gram were 135.40 ± 0.12 g gallic acid equivalent, 124.54 ± 3.38 mg quercetin equivalent and 27.25 ± 0.83 mg β-carotene equivalent. Based on these data, the ethanol extract of kasumba turate has high phytochemical and antioxidant potential and low toxicity.
Kajian Etnozoologi Belut Sawah (Monopterus albus) sebagai Obat Tradisional Anemia oleh Masyarakat Tomodi di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Harun, Hadriyan Rukmana; Zulkarnain, Zulkarnain; Rukmana, Rusmadi; Amrullah, Syarif Hidayat; Dirhamzah, Dirhamzah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 2 (2025): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i2.57488

Abstract

Belut sawah (Monopterus albus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang kerap dimanfaatkan sebagai sumber protein, serta dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cara masyarakat Tomodi memperoleh, mengolah, dan memahami khasiat belut sawah, serta menelusuri upaya konservasinya. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode snowball sampling, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, pengukuran morfometrik belut sawah, serta studi literatur mengenai kandungan senyawa yang terdapat dalam belut sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat (50%) memperoleh belut sawah dengan menangkap langsung di sawah, sementara 30% membelinya di pasar dan 20% memancingnya di danau. Dalam pengolahan sebagai obat tradisional anemia, responden paling banyak memasak belut (45%), diikuti dengan memanggang (20%), merebus (15%), mengukus (10%), dan mengasapi (10%). Pengetahuan tentang khasiat belut sawah umumnya diperoleh secara turun-temurun (60%), dari kerabat atau tetangga (30%), serta dari pengalaman pribadi (10%). Hingga saat ini, belum terdapat inisiatif konservasi belut sawah di wilayah tersebut. Eksploitasi yang berlebihan diduga menjadi penyebab utama menurunnya populasi belut sawah di habitat alaminya.