Inovasi dalam evaluasi pembelajaran menjadi kunci peningkatan mutu proses belajar-mengajar Bahasa Inggris, terutama di wilayah semi-rural yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Tujuan utama dari Program Kreativitas Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dengan bantuan kecerdasan buatan, serta untuk menyediakan model pelatihan yang dapat direplikasi di daerah lain. Artikel ini melaporkan hasil pelatihan tentang pemanfaatan ChatGPT sebagai alat bantu penyusunan instrumen evaluasi, yang diikuti oleh 25 guru Bahasa Inggris dari jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Takalar. Kegiatan berlangsung pada April 2025 di SMP Negeri 3 Magarabombang. Metode PKM ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui pre-test dan post-test pengetahuan, observasi praktik, analisis kualitas soal, serta refleksi tertulis guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (d = 2,60), efisiensi waktu kerja (penghematan 46 %), dan mutu instrumen (reliabilitas KR-20 rata-rata 0,82). Analisis tematik terhadap persepsi peserta mengungkap tiga manfaat utama: percepatan administratif, peningkatan variasi soal, dan dorongan refleksi pedagogis. Namun, muncul pula kekhawatiran terkait etika penggunaan AI dan kesiapan infrastruktur. Pembahasan menekankan pentingnya pendekatan micro-professional development berbasis praktik langsung dan pendampingan reflektif. Pelatihan ini memberikan model pengembangan profesional yang layak direplikasi dalam skala lebih luas untuk mendorong integrasi teknologi cerdas dalam evaluasi pembelajaran di Indonesia.
Copyrights © 2025