Berdasarkan observasi awal dan wawancara oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang dengan kepala sekolah dan beberapa guru ditemukan adanya ketidaksantunan berbahasa oleh siswa dalam interaksi baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan solusi konkret dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesantunan berbahasa di SMPN 34 Semarang, khususnya kepada para siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan luar jaringan (luring) kepada para siswa. Pelatihan kesantunan berbahasa diberikan kepada siswa di kelas yang diidentifikasi memerlukan peningkatan kesantunan berkomunikasi. Penyampaian materi dengan ceramah oleh tim pengabdian, kemudian dilanjutkan berdiskusi (tanya jawab) dengan para siswa. Kegiatan pengabdian yang diikuti 66 siswa menghasilkan sesuatu yang positif. Hal tersebut dapat diketahui bahwa setelah pelatihan, para siswa lebih tepat dalam pemilihan kata (diksi), nada, dan sikap yang baik saat berinteraksi dengan sesama siswa maupun dengan para guru (yang lebih tua). Perihal kesantuanan berbahasa siswa tidak sebatas menjadi tanggung jawab pihak sekolah, namun diperlukan keterlibatan orang tua dan masyarakat.
Copyrights © 2025