Keterbatasan informasi mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja disabilitas tunanetra memberikan dampak signifikan pada dimensi fisik, psikologis, dan sosial. Pemberian edukasi kesehatan reproduksi sangat krusial diberikan dalam rangka mengupayakan mengurangi kesenjangan akses terhadap informasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja yang memiliki keterbatasan penglihatan. Riset yang telah dilaksanakan mengindikasikan bahwa remaja dengan hambatan visual cenderung memiliki probabilitas lebih tinggi untuk memiliki pemahaman yang minim mengenai kesehatan reproduksi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja tunanetra melalui implementasi modul pembelajaran KEPO-Brai (Kesehatan Reproduksi Braille) di SLB A & A+ Elsafan Jakarta. Metode kegiatan dilakukan melalui penyusunan modul Braille, sosialisasi, serta uji coba pembelajaran interaktif dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Sekolah SLB A & A+ Elsafan Jakarta. Hasil kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, serta sikap positif pada remaja kespro menjadi hal yang tidak tabu serta tersedianya media pembelajaran yang ramah disabilitas. Modul KEPO-Brai berpotensi menjadi inovasi edukasi kesehatan reproduksi yang inklusif dan dapat direplikasi di sekolah luar biasa lainnya.
Copyrights © 2025