Komplikasi kaki diabetik merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kecacatan dan amputasi pada penderita diabetes melitus. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan monofilamen dan Ankle Brachial Index yang berperan penting dalam mengurangi risiko komplikasi lanjutan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan serta kader desa dalam melakukan skrining kaki diabetik menggunakan teknologi sederhana melalui implementasi program DIGI-FOOT Care di Puskesmas Kayuwou, Kabupaten Donggala. Metode kegiatan meliputi sesi pelatihan, workshop interaktif, praktik lapangan, pendampingan langsung dalam skrining, hingga penyerahan sarana pemeriksaan kepada pihak puskesmas. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 52,3 meningkat menjadi 84,6 pada post-test. Selama kegiatan, dilakukan skrining terhadap 57 pasien diabetes, di mana 18% teridentifikasi mengalami neuropati perifer dan 7% berisiko penyakit arteri perifer. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas pelayanan primer, penguatan peran kader desa, serta perluasan akses deteksi dini bagi pasien. Secara keseluruhan, program DIGI-FOOT Care terbukti relevan sebagai model kemitraan berbasis masyarakat dalam mendukung pencegahan komplikasi diabetes di layanan kesehatan tingkat pertama.
Copyrights © 2025