Desa Sassa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memiliki bahasa Limola sebagai identitas budaya masyarakat. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan bahasa Limola mengalami penurunan drastis, sehingga terancam punah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan bahasa dan budaya Limola melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana dokumentasi, pembelajaran, dan promosi budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara tokoh adat, pelatihan literasi digital, produksi konten berbasis video, audio, dan e-book, serta sosialisasi hasil melalui kanal media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran generasi muda terhadap bahasa Limola, terciptanya kamus digital, modul ajar, dokumentasi cerita rakyat, serta peningkatan keterampilan pemuda dalam mengelola media digital. Respon masyarakat juga positif, terlihat dari mulai digunakannya bahasa Limola dalam kegiatan komunitas dan media sosial. Dengan demikian, pemanfaatan media digital terbukti efektif dalam revitalisasi bahasa dan budaya lokal.
Copyrights © 2025