Pengelolaan sampah di wilayah perkotaan masih menjadi tantangan yang kompleks dan membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan statistik dasar sebagai bentuk peningkatan kapasitas dalam pengelolaan data sampah mandiri di Bank Sampah Anugerah 13, Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, sehingga menunjukkan bahwa melalui pelatihan statistik dasar dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pencatatan jenis sampah yang sudah dipilah seperti sampah kaca, minyak jelantah, kertas, plastik, logam, sepatu dan barang elektronik. Data dikelompokan sesuai jenisnya dan diukur beratnya serta harganya. Selanjutnya analisis data volume sampah, pendapatan hasil penjualan, serta evaluasi kegiatan bank sampah secara mandiri. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran pentingnya data sebagai dasar pengambilan keputusan dan mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Copyrights © 2026