Program hilirisasi alat pengolah limbah sabut kelapa di Desa Kemiren, Banyuwangi, bertujuan untuk mengubah limbah organik menjadi produk bernilai tambah berupa cocofiber dan cocopeat yang mendukung konsep kewirausahaan hijau desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan penelitian aksi partisipatif melalui tahapan identifikasi, pembuatan alat, uji coba alat, pelatihan, dan evaluasi. Alat yang digunakan dirancang dengan sistem rotary cutter yang didukung oleh motor 7 HP, menghasilkan torsi sebesar 19,64 N·m dan kecepatan efektif 1.800 rpm. Hasil pengujian lapangan menunjukkan bahwa waktu pengolahan sabut kelapa sebanyak 20 kg dapat diselesaikan dalam waktu 10 hingga 12 menit dengan efisiensi hasil serat sebesar 60%. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan menghasilkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan yang terbukti melalui evaluasi kuesioner dengan skor rata-rata 4,77, menunjukkan bahwa peserta sangat setuju dengan keberhasilan program ini. Implementasi teknologi ini tidak hanya mengurangi limbah sabut kelapa tetapi juga mendorong perkembangan usaha hijau berbasis potensi lokal, menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek teknologi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2025