Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Panel Surya untuk Penerapan Monitoring Suhu Komposter Berbasis Internet of Things dalam Mewujudkan SMART Rumah Peduli Iklim di Desa Kemuning Lor Audiananti Meganandi Kartini; Muhammad Asnoer Laagu; Luluk Ilmiya; Achmad Fauqi Aksan; Maula Nova Ardana Perwari; Rama Afdol Z S; Muhammad Rifki Dwi W
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1773

Abstract

Sektor rumah tangga, pertanian, perkebunan, dan peternakan dapat menimbulkan limbah yang apabila tidak terkelola dengan baik akan berdampak buruk bagi lingkungan seperti pencemaran tanah, air, dan udara serta menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Kebiasaan tersebut dapat mengancam kelestarian, mengurangi estetika lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani. Masyarakat yang ada di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, dilakukan pelatihan penggunaan dan perancangan panel surya dan otomatisasi monitoring suhu dalam menunjang pengomposan limbah organik yang ada di SMART Rumah Peduli Iklim. Kegiatan ini dilakukan karena adanya permasalahan sesuai dengan hasil survei yang telah dilakukan dan solusi yang bisa diterapkan. Hasil survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan limbah di sektor rumah tangga, pertanian, perkebunan, dan peternakan masih sedikit dilakukan oleh masyarakat Desa Kemuning Lor, Padahal sumber daya limbah yang ada sangat melimpah. Hasil perancangan dan pelatihan penggunaan panel surya dalam menunjang kegiatan pengomposan menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat dalam pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, serta terjadi peningkatan dalam pemahaman penggunaan panel surya untuk menunjang kegiatan monitoring suhu pengomposan secara otomatis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (FT UNEJ) ini berhasil meningkatkan pemahaman mengenai penerapan panel surya untuk menunjang otomatisasi monitoring suhu pengomposan dan meningkatkan akan pentingnya pengelolaan limbah. Hal ini berhasil mendorong peningkatan pemahaman dan kemandirian masyarakat di Desa Kemuning Lor dalam mendorong minimalisasi limbah yang yang dihasilkan
Hilirisasi Alat Pengolah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocofiber dan Cocofeat Untuk Mendukung Greenpreneurship di Desa Kemiren Bunyuwangi Audiananti Meganandi Kartini; Danang Yudistiro; Welayaturromadhona Welayaturromadhona; M. Ardy Ardan; Mohammad Arsy Darmawansyah; Raniah Nila Akramasyifa; Mohammad Edy Saputro
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2836

Abstract

Program hilirisasi alat pengolah limbah sabut kelapa di Desa Kemiren, Banyuwangi, bertujuan untuk mengubah limbah organik menjadi produk bernilai tambah berupa cocofiber dan cocopeat yang mendukung konsep kewirausahaan hijau desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pendekatan penelitian aksi partisipatif melalui tahapan identifikasi, pembuatan alat, uji coba alat, pelatihan, dan evaluasi. Alat yang digunakan dirancang dengan sistem rotary cutter yang didukung oleh motor 7 HP, menghasilkan torsi sebesar 19,64 N·m dan kecepatan efektif 1.800 rpm. Hasil pengujian lapangan menunjukkan bahwa waktu pengolahan sabut kelapa sebanyak 20 kg dapat diselesaikan dalam waktu 10 hingga 12 menit dengan efisiensi hasil serat sebesar 60%. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan menghasilkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan yang terbukti melalui evaluasi kuesioner dengan skor rata-rata 4,77, menunjukkan bahwa peserta sangat setuju dengan keberhasilan program ini. Implementasi teknologi ini tidak hanya mengurangi limbah sabut kelapa tetapi juga mendorong perkembangan usaha hijau berbasis potensi lokal, menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek teknologi, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.