Kualitas guru berpengaruh keberhasilan proses belajar mengajar. Latihan refleksi membantu guru mengembangkan kualitas dan kemampuan diri. Namun, refleksi sering dilakukan secara tidak terstruktur dan hanya sebagai formalitas administratif, seperti dalam penelitian tindakan kelas untuk pengembangan karir. Kondisi ini juga ditemukan pada guru-guru Muhammadiyah di Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan lokakarya yang bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam pengajaran reflektif, termasuk melatih refleksi diri, identifikasi masalah, serta perencanaan solusi berbasis teori. Lokakarya ini diikuti oleh 23 guru sekolah menengah Muhammadiyah dan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan praktik reflektif di sekolah. Terdapat lima sesi dalam lokakarya, mulai dari pengenalan refleksi menggunakan teknik KWL, praktik refleksi, identifikasi masalah dan solusi, diskusi tentang pembelajaran reflektif melalui penelitian tindakan kelas, hingga refleksi atas kegiatan lokakarya. Guru juga mempresentasikan hasil pembelajaran mereka. Lokakarya ini terbukti efektif dalam menyegarkan kembali pengetahuan akademik dan pedagogis guru serta membantu mereka merancang solusi atas masalah yang dihadapi, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026