Claim Missing Document
Check
Articles

IS STUDENTS’ DIFFERENT MASTERY OF ENGLISH SPEAKING SKILLS INFLUENCED BY THEIR LEARNING STRATEGIES? Hikmat, Mauly Halwat; Dewi, Yanita Candra
Jurnal Varidika: Varia Pendidikan Volume 24 No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.238 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan strategi pembelajaran yang digunakan oleh tiga siswa SMA N I Colomadu yang memiliki keterampilan berbicara yang berbeda (tinggi, sedang dan rendah). Penelitian ini merupakan studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa nilai siswa dan informasi hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan nilai tertinggi (S1)menggunakan limabelas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, tujuh strategi kognitif dan  satu strategi sosioafektif. Siswa dengan nilai menengah (S2) menggunakan empat belas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, enam strategi kognitif, dan sat strategi sosioafektif. Sementara itu, siswa dengan nilai terendah (S3) diketahui menggunakan dua belas strategi yaitu lima strategi metakognitif , lima strategi kognitif, dan dua strategi sosio afektif. Dari hasil tes akhir pada than ajaran 2007/2008, terlihat bahwa S1 yang menggunakan paling banyak strategi pembelajaran memperoleh nilai tertinggi. S2 memperoleh nilai sedang sedangkan S3 yang menggunakan paling sedikit strategi, memperoleh nilai terendah dalam tes akhir. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berperan  dalam penguasaan keterampilan berbicara bahasa Inggris.
Impoliteness in EFL Complaints: Exploring its Intentions and Motivating Factors Wijayanto, Agus; Hikmat, Mauly Halwat; Prasetyarini, Aryati
Lingua Cultura Vol 12, No 1 (2018): Lingua Cultura Vol. 12 No. 1
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v12i1.3635

Abstract

The present study investigated intentions and motivating factors of using impoliteness in interlanguage complaints by EFL learners. Empirical data were elicited by means of oral discourse completion tasks and questionnaires from 42 Indonesian learners of English. Post-structured interviews were conducted to obtain the intentions and reasons of deploying impoliteness in the complaints. The results reveal that impoliteness is triggered by three general motivating factors; speaker-related factors, target person-related factors, and contextual factors. A number of intentions of deploying impoliteness are found, and they suggest that impoliteness is a means to an end rather than an end itself.
IS STUDENTS’ DIFFERENT MASTERY OF ENGLISH SPEAKING SKILLS INFLUENCED BY THEIR LEARNING STRATEGIES? Hikmat, Mauly Halwat; Dewi, Yanita Candra
Jurnal VARIDIKA Volume 24 No. 1, Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.238 KB) | DOI: 10.23917/varidika.v24i4.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan strategi pembelajaran yang digunakan oleh tiga siswa SMA N I Colomadu yang memiliki keterampilan berbicara yang berbeda (tinggi, sedang dan rendah). Penelitian ini merupakan studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa nilai siswa dan informasi hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan nilai tertinggi (S1)menggunakan limabelas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, tujuh strategi kognitif dan  satu strategi sosioafektif. Siswa dengan nilai menengah (S2) menggunakan empat belas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, enam strategi kognitif, dan sat strategi sosioafektif. Sementara itu, siswa dengan nilai terendah (S3) diketahui menggunakan dua belas strategi yaitu lima strategi metakognitif , lima strategi kognitif, dan dua strategi sosio afektif. Dari hasil tes akhir pada than ajaran 2007/2008, terlihat bahwa S1 yang menggunakan paling banyak strategi pembelajaran memperoleh nilai tertinggi. S2 memperoleh nilai sedang sedangkan S3 yang menggunakan paling sedikit strategi, memperoleh nilai terendah dalam tes akhir. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berperan  dalam penguasaan keterampilan berbicara bahasa Inggris.
IS STUDENTS’ DIFFERENT MASTERY OF ENGLISH SPEAKING SKILLS INFLUENCED BY THEIR LEARNING STRATEGIES? Mauly Halwat Hikmat; Yanita Candra Dewi
Jurnal VARIDIKA Volume 24 No. 1, Juni 2012
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/varidika.v24i4.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan strategi pembelajaran yang digunakan oleh tiga siswa SMA N I Colomadu yang memiliki keterampilan berbicara yang berbeda (tinggi, sedang dan rendah). Penelitian ini merupakan studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa nilai siswa dan informasi hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan nilai tertinggi (S1)menggunakan limabelas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, tujuh strategi kognitif dan  satu strategi sosioafektif. Siswa dengan nilai menengah (S2) menggunakan empat belas strategi yang terdiri dari tujuh strategi metakognitif, enam strategi kognitif, dan sat strategi sosioafektif. Sementara itu, siswa dengan nilai terendah (S3) diketahui menggunakan dua belas strategi yaitu lima strategi metakognitif , lima strategi kognitif, dan dua strategi sosio afektif. Dari hasil tes akhir pada than ajaran 2007/2008, terlihat bahwa S1 yang menggunakan paling banyak strategi pembelajaran memperoleh nilai tertinggi. S2 memperoleh nilai sedang sedangkan S3 yang menggunakan paling sedikit strategi, memperoleh nilai terendah dalam tes akhir. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berperan  dalam penguasaan keterampilan berbicara bahasa Inggris.
Impoliteness in EFL Complaints: Exploring its Intentions and Motivating Factors Agus Wijayanto; Mauly Halwat Hikmat; Aryati Prasetyarini
Lingua Cultura Vol. 12 No. 1 (2018): Lingua Cultura Vol. 12 No. 1
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/lc.v12i1.3635

Abstract

The present study investigated intentions and motivating factors of using impoliteness in interlanguage complaints by EFL learners. Empirical data were elicited by means of oral discourse completion tasks and questionnaires from 42 Indonesian learners of English. Post-structured interviews were conducted to obtain the intentions and reasons of deploying impoliteness in the complaints. The results reveal that impoliteness is triggered by three general motivating factors; speaker-related factors, target person-related factors, and contextual factors. A number of intentions of deploying impoliteness are found, and they suggest that impoliteness is a means to an end rather than an end itself.
Strategies to Develop Students' Higher Order Thinking Skills in Reading Class Ainia Mega Rusdiana; Mauly Halwat Hikmat
EDULANGUE Vol. 3 No. 1 (2020): Edulangue: Journal of English Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.669 KB) | DOI: 10.20414/edulangue.v3i1.2111

Abstract

This study aims to investigate the strategies used by the teacher to develop students’ higher thinking skills in reading class, and to describe the problems faced by the students. This descriptive qualitative study collected the data from various resources, English teaching learning process, English teacher, students, and lesson plan, garnered through field notes, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion. The empirical evidence showed that the strategies used by the English teachers topromote the students’ higher thinking skills were making prediction, activating the students’ schemata, drawing inference and encouraging questions. Another finding also indicated that the primary problem encountered by the students was a lack of vocabulary to comprehend the given texts. Recommendation and implication are discussed.
Pergeseran Terjemahan Unsur Tuturan Deklaratif Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia Dwi Haryanti; M Thoyibi; Farrah Zakiyah Anwar; Mauly Halwat Hikmat; Aryati Prasetyorini; Atiqa Sabardila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang Pendidikan dan Humaniora
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.636 KB)

Abstract

Artikel hasil penelitian ini bertujuan (1) mengklasifikasi jenis tuturandeklaratif dalam Bahasa Inggris dan Indonesia, (2) mendeskripsikankeakuratan terjemahan unsur tuturan deklaratif bahasa Inggris kebahasa Indonesia, (3) mengklasifikasi pergeseran terjemahan unsurutama (subjek, predikat, dan objek) tuturan deklaratif bahasa Inggriske bahasa Indonesia, Data penelitian deskriptif kualitatif ini berupatuturan deklaratif bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasaIndonesia yang terdapat dalam skrip film Alladin dan novel HarryPotter. Data dikumpulkan dengan analisis isi dengan cara penataandata awal berupa tabel perbandingan bahasa Inggris dan bahasaIndonesia. Berdasarkan perbandingan tersebut langkah yangdilakukan selanjutnya adalah pencatatan data pada kolom-kolomsesuai dengan jenis tuturan deklaratif, kemudian diklasifikasi unsurtuturan deklaratif, dan langkah terakhir ditentukan keakuratanterjemahannya. Data yang sudah diklasifikasi, kemudian dianalisisdengan teori pragmatik (Kreidler) untuk menjawab tujuan pertama.Disamping itu, teori penerjemahan (Lauscher) digunakan untukmenjawab tujuan pertama dan kedua. Sedangkan untuk menjawabpertanyaan kedua dan ketiga digunakan teori Catford tentangpergeseran terjemahan dan keakuratan terjemahan. Berdasarkananalisis data, temuan pertama menunjukkan bahwa ada sebelas jenistuturan deklaratif dalam Bahasa Inggris dan terjemahanya dalamBahasa Indonesia, yakni meyakinkan, menyerah, mengabaikan,penamaan, penunjukkan, menghukum, mengesankan, memutuskan,melarang, dan mengijinkan. mengklasifikasi yang masing-masingmempunyai tiga unsur utama yakni subjek, predikat, dan objek.Temuan kedua menunjukkan bahwa terjemahan sebelas jenis tuturandeklaratif mempunyai hasil terjemahan akurat meskipunpenerjemahakan menggunakan pergeseran terjemahan yangdijelaskan dalam temuan berikutnya. Temuan ketiga, unsur subjek,predikat dan objek dalam sepuluh jenis tuturan deklaratifditerjemahakan dengan menggunakan pergeseran kategori,pergeseran tataran, dan pergeseran struktur. Ketiga hasil analisistersebut dapat digunakan sebagai contoh yang disajikan padapembelajaran mata kuliah Translation dengan topik sejenis.
The Pros and Cons of English Learning Strategies in the Post Covid-19 Pandemic of Vocational High School: Perception and Attitude by Indonesian EFL Learners Ana Retnowati; Agus Wijayanto; Mauly Halwat Hikmat
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2982

Abstract

During the outbreak of the Covid-19 pandemic, students and teachers had to carry out academic activities via online learning management system. Recently the threat of Covid-19 has receded and schools immediately carry out full face-to-face learning. The present study observed high school students’ perception of the shifts of English learning from blended to offline learning. The research data was obtained through a questionnaire from 286 students consisting of 118 males and 168 females in Central Java, Indonesia. The results reveal some pros and cons towards offline learning. In general, students accustomed to online learning find offline learning time-consuming and burdensome. However, most of them state that offline learning is fun, more interesting, and more effective. Importantly, they could meet their classmates and teachers in person again. The study concluded that offline learning or traditional classrooms were preferred to online learning.
The Students’ Perspectives About the Effectiveness Argumentative Speaking Tasks Given on English Class Tunzia Fadillah Dinda Maghfiroh; Mauly Halwat Hikmat
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4843

Abstract

Argumentative speaking skill is a communication process that aims to convince others to accept our opinions based on facts and strong evidence. The purpose of this study was to find out the students' perspectives about the effectiveness of argumentative speaking tasks given. This study used a qualitative method. The participants in this study were third semester students in English education of Universitas Muhammadiyah Surakarta. There were twenty participants in this study in class G. Data were collected using interviews using notes to record the results of the interviews and documentation in the form of student data instruments and taking pictures during the interviews. The result showed the students perceived that argumentative speaking tasks given was effective for students to form critical thinking and increased their speaking skills.
Investigating HOTS on Reading Questions from Fiction Text of the English Textbook Used by Vocational High Schools in Indonesia Dhina Shinto Wresni; Mauly Hikmat Halwat; Muamaroh Muamaroh
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2823

Abstract

Higher-order thinking skills become the target for learning outcomes in the current curriculum. The integration of those thinking levels must be included in the textbook. The English textbook is a kind of media for the students and teachers doing the learning process. A qualified book should provide HOTS instructions to achieve the current curriculum’s goal. This study aims to analyze the use of HOTS in reading questions in fiction texts and find the most dominant thinking skills used. This study was descriptive qualitative research. The data was the reading questions on fiction texts, and the data source is an English textbook titled “English In Mind” a  second edition published by the Ministry of Research, Technology and Higher Education Indonesia for grade X used by Vocational High Schools.  The researcher used documentation as the collecting data technique, and the technique of analyzing data used was from Miles and Huberman. They are data collection, reduction, and display; the last is the conclusion or verification. The finding of this study is this book has developed HOTS. 53,33% belong to C4, and 46,66% belong to C5 level and the most dominant thinking skillare at C4 or analysis level. The conclusion is that eight fiction texts contain fifteen reading questions integrating HOTS.
Co-Authors Agus Wijayanto Agus Wijayanto Agus Wijayanto, Agus Ahsanu, Rizkika Ainia Mega Rusdiana Ainurvely Gehandiatie Maudy Aisyifa, Wildanita Risna Anggi Alfin Amaliah Zahroh Ana Retnowati Anam Sutopo Apriliano Jarot Prayogo, Edo Armita Ayu Sekarsari Arum, Rahayu Lailatul Aryati Prasetyarini Aryati Prasetyorini Astrini, Atik Atiqa Sabardila Bambang Harmanto, Bambang Condro Nur Alim Dewi Candraningrum Dhina Shinto Wresni Dian patriana, Wendy Dwi Haryanti Dwi Haryanti, Dwi Endang Fauziati Eryantini, Intan Fajar, Umul Farrah Zakiyah Anwar Farrah Zakiyah Anwar, Farrah Zakiyah Febrianti, Nisa Gardini, Nosa Violeta Hardiyanto, Ocavaro De Adio Harsono, H Indaryati, Oktavia Nur Jakia, Nikmatu Junita Dwi Wardhani Khamlan Phommavongsa Koesoemo Ratih Kusumawardani, Wiratri Nurul Ayu M Thoyibi Maharsiwi, Dwi Moqsa Malikatul Laila Maratusolekhah, Annisa Maryadi Maryadi Masir, Rizkya A. Meggy Novitasari Muaamaroh Muamaroh Muamaroh Muamaroh Muamaroh Muhammad Thoyibi Murfiah Dewi Wulandari Nur Fatinah, Farida Pamungkas, Damar Jati Prasetyorini, Aryati Pratama, Ferdian Rizki Puspitasari, Ratna Kusuma Regina F. Santos Ricky Arjuna Rizki Azizah, Rizki Roisma, Rossa Sabar Narimo Sanjani, Muhammad Iqwan Sigit Haryanto Siti Nurjanah Sofyan Anif Sri Katoningsih Suharyanto Suharyanto Sunaryo, Ilham Suryani, Latifah Sutama Thoyibi, M Thoyibi, Mohammad Tunzia Fadillah Dinda Maghfiroh Wulandari, Diana Rizki Avita Yanita Candra Dewi Yanita Candra Dewi, Yanita Candra Yasir Sidiq Yulia Maftuhah Hidayati Zahidannisa, Z Zahra, Shabrina Zulfati Az