Keselamatan kebakaran adalah isu krusial di industri energi dan logistik, terutama pada terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berisiko tinggi terhadap kerugian material, cedera pekerja, dan dampak lingkungan. Penelitian ini berlatar belakang pada urgensi penerapan sistem proteksi kebakaran komprehensif, sesuai mandat Peraturan Menteri PU No. 26/PRT/2008, untuk menanggulangi potensi kebakaran yang dipicu oleh faktor teknis, manusia, dan lingkungan. PT KRR, sebagai perusahaan logistik dan penyaluran BBM, menghadapi tantangan spesifik karena penyimpanan cairan mudah terbakar dalam jumlah besar dan tingginya intensitas operasional.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis keandalan operasional sistem proteksi kebakaran aktif (APAR, hydrant, dan smoke detector); (2) mengevaluasi efektivitas sistem proteksi kebakaran pasif (pintu darurat dan jalur evakuasi); dan (3) mengidentifikasi faktor penghambat dalam penerapannya. Meskipun observasi menunjukkan inspeksi APAR yang rutin melebihi standar, ditemukan tantangan terkait kurangnya integrasi sistem alarm dengan prosedur tanggap darurat serta perlunya peningkatan disiplin pekerja dalam SOP evakuasi. Menggunakan metode observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini menghubungkan temuan lapangan dengan standar K3 (Permen PU No. 26/2008 dan ISO 45001:2018). penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan rekomendasi berbasis bukti untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan pelatihan tanggap darurat, dan membangun budaya keselamatan berkelanjutan di PT KRR.
Copyrights © 2026