K3 menjadi aspek penting di industri modern. Kecelakaan dapat terjadi akibat faktor manusia maupun lemahnya sistem keselamatan. Di manufaktur dan konstruksi, K3 mencakup risiko transportasi, kebakaran, mekanis, dan lingkungan. Aspek ergonomi juga krusial, terutama bagi pekerja QC yang rentan keluhan muskuloskeletal akibat postur tidak ergonomis, aktivitas berulang, serta penggunaan alat yang tidak sesuai dengan antropometri tubuh. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan kerja, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan risiko cedera jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif observasional untuk mengevaluasi risiko ergonomi pada aktivitas kerja di Laboratorium QC PT. Balikpapan Ready Mix. Penilaian ergonomi dilakukan dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko muskuloskeletal berdasarkan postur kerja pekerja selama melakukan pengujian mutu beton. Hasil analisis menunjukkan aktivitas kerja di Laboratorium QC PT. Balikpapan Ready Mix masih melibatkan postur tidak ergonomis, terutama saat mengangkat cetakan beton, melakukan pengujian tekan, dan membersihkan benda uji. Skor akhir REBA 7–10 menunjukkan risiko sedang hingga tinggi terhadap gangguan muskuloskeletal. Faktor utama meliputi postur membungkuk, kerja statis, dan pengangkatan beban tanpa alat bantu. Sehingga diperlukan perbaikan sistem kerja dan penataan lingkungan kerja di laboratorium QC melalui penerapan prinsip ergonomi, guna menciptakan kondisi kerja yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi pekerja.
Copyrights © 2026