Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah aspek krusial dalam industri pertambangan batu bara, yang memiliki risiko bahaya tinggi terhadap pekerja. Pengabdian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, menilai, dan menentukan kontrol risiko bahaya pada sistem Overland Double Conveyor (OLC) di PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang merupakan fasilitas vital untuk pengangkutan batu bara. Metode pengabdian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui penerapan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Data dikumpulkan dari bulan September hingga November 2025 melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan personel K3 dan operator OLC. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan adanya potensi bahaya mekanis (terjepit roller dan pulley, lilitan belt), elektris (sistem grounding, instalasi kabel), dan lingkungan (tumpahan batu bara, debu). Penilaian risiko menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berada pada kategori risiko Rendah hingga Sedang (Low to Medium Risk). Hal ini dikarenakan perusahaan telah efektif menerapkan pengendalian risiko, terutama melalui rekayasa teknik (engineering control) seperti pemasangan guarding dan perangkat keselamatan (pull cord switch, emergency stop button), serta kontrol administratif (SOP, LOTO, inspeksi rutin). Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi HIRADC secara berkelanjutan di PT KPC telah berhasil meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada operasi sistem conveyor.
Copyrights © 2026