Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Hubungan Shift Kerja dan Situasi Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Security di PT XYZ Balikpapan Lina Yuliana; Jordan Dearvin Krisda Kamma; Yan Fuadi
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14660

Abstract

fatigue is a problem that often occurs in the workplace, including security workers. Fatigue is a process that results in a decrease in welfare, capacity or performance as a result of work activities caused by several factors, namely work shifts and work situations will cause fatigue. This study aims to determine whether there is a relationship between work shifts and work situations with fatigue in security at PT XYZ Balikpapan. The research method used a quantitative research using a cross sectional study design. The research instrument used the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire. The results of this study were 20 security who worked in a shift system who had low fatigue as many as 20 people (40%), who had moderate fatigue as many as 15 people (30%), who had heavy fatigue as many as 11 people (22%), while who had very severe fatigue as many as 4 people (8%). For comfortable work situations as many as 45 people (90%), less comfortable as many as 5 people (10%), very uncomfortable none. The results of the analysis using the Spearman Rho test obtained a p value = 0.000 where p <0.05 which means there is a relationship between work shifts and fatigue and work situations obtained p value = 0,018 where p <0.05 which means there is a relationship between work situations with fatigue.
Identifkasi Bahaya, Penilaian, dan Pengendalian Risiko Proses Pengangkutan Batu Bara di PT Alam Karya Gemilang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Fathurrahman Sufi; Lina Yuliana; Yan Fuadi
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14582

Abstract

Transportation of coal production results is an activity of moving coal from the front loading area to the storage area for further transportation to the barge. The process of transporting coal is an important activity in mining activities that have a very high occupational health and safety risk. The purpose of conducting this research is to improve hazard, risk assessment, and control in the coal hauling process carried out by PT Alam Karya Gemilang. The type of research method used is descriptive qualitative research. This research method is used to describe descriptively the assessment and control of occupational safety and health risks using the hazard identification risk assessment risk control (HIRARC) method at PT Alam Karya Gemilang. Data collection was carried out by direct field observation and interviews with unit operators, field supervisors, and safety personnel in the field. The results of the study contained 16 hazards which included: slippery front area, narrow front area, loading coal during the day and night, dusty roads, foggy roads, damaged units, blind spot areas, exhaust emissions, interaction with heavy equipment units, slippery roads, and bumpy roads. And of the 21 hazards there are 24 identified risks, namely 4 hazards with low risk, 8 hazards with moderate risk, and 13 hazards with high risk. Controls carried out are administrative controls and engineering techniques.
EFEKTIFITAS TOOLBOX MEETING PADA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA JURU IKAT DI PT PELABUHAN PENAJAM BANUA TAKA Sunyanti, Sunyanti; Fuadi , Yan; Swandito , Adji; Rohanto, Edy
IDENTIFIKASI Vol 9 No 1 (2023): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i1.265

Abstract

The implementation of SMK3 in PP 50 in 2012, mentioned that K3 communication is part of supporting activities for the prevention of work accidents. One of the prevention efforts in K3 is to implement safety communications programs, including the implementation of safety talk or toolbox meetings at work. Toolbox meetings are defined as informal job training, these talks are designed to convey a safety message to improve safety and prevent work-related incidents (Varley &Boldt, 2002). The implementation of the Toolbox Meeting is part of supporting activities for the prevention of work accidents. This research aims to find out the effectiveness of K3 communication in the Toolbox Meeting at PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. This research is Quantitative with the SPSS software banyuan and the Depdagri Effectiveness Test Theory (2009). The population in this study was a Worker of the Oprasional Department of Juru Ikat PT Pelabuhan Penajam Banua Taka which amounted to 76 people, with a sample of 43 people. The sampling technique used is probability sampling, namely by simple random sampling. Using Kuisoner Likert with 35 positive statements in each sub-variable sourced from the theory of Ron Ludlow &Fergus Panton, the K3 Communication Barrier. The result of calculating the effectiveness of the implementation of the meeting toolbox is 66.67% which is Quite Effective. Strengthened by observations and interviews that found a less wide-ranging perspective or called Perceptual Distraction that causes K3 Communication in toolbox meetings to be hampered. Then on the Culture Difference factor that cultural differences in this case K3 culture and discipline culture that has not worked well so as to inhibit effective communication. In the Poor Choise Communicaton Channel factor in this case the selection of toolbox meeting material, they feel saturated with Toolbox Meeting Material that is less attractive so that it relates to the No Feed Back factor, namely workers are less enthusiastic in responding during the implementation of toolbox meetings.
PENGENDALIAN BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA AREA BENGKEL DI PT. MANDAU BERLIAN SEJATI ZAINAL ARIFIN BALIKPAPAN Firdaus, Irfan Rizq; Siboro, Impol; Noeryanto, Noeryanto; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 9 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i2.277

Abstract

Setiap tempat kerja pada umumnya mempunyai bahaya potensial yang cukup beragam dalam proses kerjanya. Bahaya potensial tersebut, apabila tidak dikendalikan dengan sebaik mungkin akan berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, bahaya potensial sebisa mungkin harus diminimalisir kemungkinan terjadinya, salah satunya melalui upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dealer memiliki serangkaian kegiatan servis mobil yang melibatkan berbagai macam peralatan yang berpotensi membahayakan keselamatan bagi pekerjanya. Untuk meminimalisir potensi bahaya yang ada di bengkel tersebut, oleh karenanya perusahaan wajib memiliki suatu sistem yang mengatur terkait identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko atau bisa dikenal dengan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Sejak berdirinya PT. Mandau Berlian Sejati Zainal Arfin sendiri belum pernah adanya di lakukan pengendalian bahaya dan penilaian risiko khususnya di area bengkel dimana bedasarkan pengamatan yang di lakukan menemukan bahaya yang dapat mengancam seperti bahaya kebakaran, kontak langsung dengan bahan bakar, lantai licin dan lain-lain. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis, dalam penelitian ini terdapat 10 narasumber terdiri dari 1 Orang Final Cheker, 2 Orang Leader Mekanik dan 7 Orang Mekanik. Dengan presentase sebelum dilakukan pengendalian tambahan Exreme 6%, High 26%, medium 65%, dan low sebanyak 3%. Setelah dilakukan pengendalian tambahan mengalami perubahan yang baik yaitu dengan nilai presentase risiko turun menjadi Medium 17%, dan Low sebanyak 83%.
KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KOTA BALIKPAPAN Putra, Sofyan Ade; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad; Fuadi, Yan; Ananta, Erwin
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.320

Abstract

Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dalam penanganan bencana tanah longsor menjadi fokus utama pada laporan ini dengan tujuan umum untuk mengetahui kinerja BPBD pada penanggulangan bencana tanah longsor di Kota Balikpapan serta secara khusus untuk mengetahui kinerja yang dilakukan oleh BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana Tanah Longsor di Kota Balikpapan. Data kinerja BPBD menunjukkan cakupan layanan yang belum maksimal, dinilai melalui nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja BPBD termasuk responsivitas yang kurang optimal, keterlambatan alokasi dana, rendahnya kesadaran mengurangi risiko bencana, serta kesiapsiagaan yang belum memadai dalam memenuhi kebutuhan pasca bencana. Meskipun demikian, BPBD telah menunjukkan upaya dalam aspek efektivitas melalui sosialisasi mitigasi bencana yang memberikan hasil positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, dalam aspek efisiensi, BPBD belum sepenuhnya berhasil dalam penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pasca bencana tanah longsor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 5 informan melalui teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Sehingga dapat menggali kinerja BPBD Kota Balikpapan dalam penanggulangan bencana tanah longsor guna menilai sejauh mana BPBD telah menjalankan perannya sesuai tujuan pembentukannya.
BAHAN BAKU MENTAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK DI AEROFOOD ACS BALIKPAPAN Wahyuni, Sri; Ramadhan, Aditya Nurvianto; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.415

Abstract

Penggunaaan angkutan udara yang meningkat mau tidak mau diikuti dengan meluasnya jangkauan daerah service yang kemudian menambah jam terbang di udara, karena itu maka pada penerbangan dengan jarak tempuh yang cukup jauh pihak penerban gan harus menambah pelayanan berupa penyedia makanan bagi penumpang dan awak. Penyimpanan dan persediaan bahan makanan adalah suatu tata cara menata,menyimpan,memelihara bahan makanan kering dan basah serta mencatat pelaporannya dalam penyimpanan bahan makanan, dapat merugikan konsumen apabila penyimpanan dilakukan dengan tidak baik atau adanya bahan makanan yang sudah tidak layak dipakai dan suhu dalam penyimpanan tidak sesuai dengan apa yang sudah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis penanganan bahan baku mentah dalam meningkatkan kualitas produk di PT Aerofood ACS Balikpapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN PADA KARYAWAN PT. MULIA JAYA MANDIRI Rayhani, Chantika; Yuliana, Lina; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.435

Abstract

Beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan kepada pekerja yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan kelelahan kerja. Kelelahan adalah kelelahan yang terjadi pada manusia oleh karena pekerjaan yang dilakukan. Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan kelelahan. Alat ukur yang digunakan untuk beban kerja adalah NASA TLX, dan alat ukur yang digunakan untuk kelelahan adalah KAUPK2. Populasi dalam penelitian adalah karyawan bagian workshop di PT. Mulia Jaya Mandiri. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 47 responden. Uji yang digunakan untuk melihat kedua variabel adalah Speaarman Rank. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 16 responden (34%), dan tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan berat sebanyak 30 responden (63,8%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value < 0,001 (α : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,771. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan pada karyawan PT. Mulia Jaya Mandiri.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA MENTAL PADA KARYAWAN PERKANTORAN PT. TRAKINDO UTAMA KARIANGAU BALIKPAPAN Medan, Monica Verena; Zulfikar, Iwan; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.436

Abstract

Beban Kerja Mental adalah adanya gejala-gejala seperti Perasaan lesu, kantuk, pusing, kurang waspada, tertekan, dan kehilangan semangat dalam melakukan pekerjaan. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan Kesehatan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi factor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan perkantoran di PT. Trakindo Utama Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh pekerja di perkantoran PT. Trakindo Utama Kariangau Balikpapan yang berjumlah sebanyak 32 orang yang dipilih dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diadaptasi dari NASA-TLX dan IFRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Beban kerja mental yang tinggi akan meningkatkan risiko kelelahan kerja mental pada karyawan. Uji yang digunakan untuk melihat hubungan kedua variabel adalah Chi-Square.Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja kategori tinggi yaitu berjumlah 22 orang (68,8%), dan tingkat kelelahan kerja sedang yaitu berjumlah 21 orang (65,6%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value 0,042 (α : 0,05). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan Perkantoran PT. Trakindo Utama.
ANALISIS PENGANGKATAN PAKAN TERNAK AYAM BROILER SECARA MANUAL TERHADAP GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PT. MITRA SINAR JAYA Yuliana, Lina; Thoriq, Ahmad Qusnud; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.442

Abstract

Di sektor peternakan ayam ini masih banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual, sehingga para pekerja sering melakukan pekerjaan dengan postur tubuh yang keliru atau tidak ergonomis seperti, membungkuk, jongkok, dan berlutut. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja yang dilakukan dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dengan menilai postur tubuh pekerja di Peternakan Ayam Broiler yang berjumlah 5 pekerja, dan hasil dari 2 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak memiliki tingkat risiko tinggi dan 3 pekerja memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 pekerja yang bekerja pada Peternakan Ayam Broiler menunjukkan bahwa 5 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak (100%) mengalami keluhan MSDs dengan tingkat keluhan tinggi.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HIRADC PADA AREA BATCHING PLANT DI PT ERA BANGUN JAYA KOTA SANGATTA Fuadi, Yan; Ramadhan, Raynaldi; Zulfikar, Iwan; Zainul, L. M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.446

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Menggunakan Metode HIRADC pada Area Batching Plant di PT Era Bangun Jaya Kota Sangatta”. bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya serta risiko yang ada di area Batching Plant dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) sebagai alat untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang tepat.Proses penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pekerja. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang signifikan, seperti kebisingan, jatuh dari ketinggian, dan paparan bahan kimia. Setiap bahaya yang diidentifikasi kemudian dinilai berdasarkan tingkat risiko yang ditimbulkan, dan langkah-langkah pengendalian yang sesuai diusulkan untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi PT Era Bangun Jaya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di area Batching Plant. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama untuk menerapkan praktik keselamatan yang lebih baik. Dengan demikian, keselamatan kerja dapat terjaga, dan produktivitas perusahaan dapat meningkat secara berkelanjutan.