Pengabdian ini mengembangkan sebuah kerangka protokol jaringan yang terintegrasi dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi pada proses penggantian trafo dalam operasi distribusi PLN. Berdasarkan observasi selama kegiatan praktik kerja lapangan di PLN ULP Ahmad Yani, ditemukan berbagai risiko yang berpotensi menghambat keselamatan dan kelancaran kerja, seperti bahaya listrik tegangan tinggi, pergerakan peralatan berat, keterbatasan koordinasi lapangan, hingga keterlambatan komunikasi antarunit yang dapat memicu miskomunikasi. Protokol yang diusulkan mencakup alur komunikasi digital yang lebih sistematis, mekanisme koordinasi real-time antarpetugas, sistem otorisasi kerja berbasis tingkat risiko, serta integrasi lapisan sinyal darurat untuk kondisi kritis. Temuan menunjukkan bahwa penerapan komunikasi terstruktur dapat mengurangi potensi human error, mempercepat respons operasional, dan selaras dengan standar keselamatan yang diterapkan PLN. Model ini diharapkan mampu mendukung kegiatan penggantian trafo agar berlangsung lebih aman, terkontrol, dan efisien.
Copyrights © 2026