PT Gramedia Asri Media Balikpapan, sebagai perusahaan ritel buku dengan material mudah terbakar yang tinggi, diklasifikasikan sebagai area Bahaya Sedang (Medium Hazard). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar keselamatan kerja, serta mengidentifikasi kendala di lapangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan membandingkan temuan lapangan terhadap regulasi seperti Permenaker No. 04/MEN/1980 dan NFPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif, terutama Alat Pemadam Api Ringan (APAR), berada dalam kondisi sangat memadai, baik dari segi kuantitas (7 unit tersedia untuk kebutuhan minimum 3 unit) maupun aksesibilitas (jarak jangkauan ± 5 meter). Sistem deteksi dini (smoke detector dan fire alarm) serta sistem hydrant (tekanan 4-6 bar saat beroperasi) juga berfungsi dengan baik. Namun, ditemukanketidaksesuaian signifikan pada aspek proteksi kebakaran pasif, yaitu ketiadaan jalur evakuasi, pintu darurat, dan lampu darurat (emergency lamp) yang berpotensi menghambat proses penyelamatan jiwa dan bertentangan dengan standar NFPA 101 (Life Safety Code). Kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai cukup, namun frekuensi pelatihan pemadaman kebakaran (fire drill) yang hanya setahun sekali perlu ditingkatkan. Disarankan agar perusahaan segera melengkapi fasilitas proteksi pasif yang krusial tersebut untuk menjamin keselamatan pekerja, pengunjung, dan aset perusahaan.
Copyrights © 2026