Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya dan menilai tingkat risiko pekerjaan pengelasan dan pemotongan (hotwork) di PT. Dermaga Perkasapratama, sebuah fasilitas logistik pelabuhan yang mendukung operasional pertambangan batu bara. Pekerjaan hotwork merupakan aktivitas berisiko tinggi (high risk) dalam lingkungan penunjang pertambangan, di mana potensi kebakaran dan ledakan diperbesar oleh keberadaan debu batu bara dan material mudah terbakar lainnya di area dermaga dan bengkel fabrikasi. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) melalui observasi lapangan, wawancara, dan tinjauan dokumen. Hasil identifikasi bahaya menunjukkan risiko tertinggi adalah kebakaran/ledakan, sengatan listrik, paparan asap/fume, dan radiasi sinar las. Pengendalian risiko telah diterapkan melalui hierarki kontrol, dengan penekanan pada kontrol administratif, yaitu Sistem Izin Kerja Panas (Hot Work Permit System), dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Evaluasi menunjukkan bahwa implementasi Izin Kerja Panas efektif dalam meminimalkan risiko katastrofik, namun diperlukan pengawasan disiplin yang lebih ketat, pelatihan berkala bagi pekerja, dan audit kepatuhan prosedur untuk menjaga tingkat risiko tetap dalam batas yang dapat diterima, sejalan dengan prinsip Keselamatan Pertambangan.
Copyrights © 2026