Kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Lamongan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kecelakaan lalu lintas tidak hanya merenggut nyawa seseorang saja, tapi juga mengakibatkan kerugian material yang besar. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan di Kabupaten Lamongan diantaranya adalah karena faktor manusia (human eror) dan faktor kendaraan, faktor jalan, dan faktor lingkungan. Faktor manusia menjadi penyebab utama dalam kecelakaan lalu lintas, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku dan budaya keselamatan berkendara pada remaja usia 17–19 tahun guna mendukung upaya pencegahan sejak usia dini dengan studi kasus mahasiswa universitas Muhammadiyah Lamongan semester II. Perilaku yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menggambarkan pengetahuan, sikap, persepsi, serta dukungan teman dan keluarga mengenai budaya selamat berkendara (safety riding). Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif deskriptif univariat. Hasil menunjukan pengetahuan, sikap, persepsi, dukungan teman, dan dukungan keluarga mahasiswa mengenai selamat berkendara (safety riding) sudah baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun pengetahuan, sikap, persepsi mahasiswa cukup baik, serta kesadaraan mahasiswa tentang keselamatan berkendara (safety riding) sudah baik, namun belum diimbangi dengan perilaku yang baik pula.
Copyrights © 2025