Gejala beban kerja mental termasuk perasaan lesu, kantuk, pusing, kurang waspada, tertekan, dan kehilangan semangat saat melakukan pekerjaan. Salah satu masalah yang memengaruhi risiko kecelakaan kerja adalah kelelahan kerja, yang merupakan salah satu masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja mental dan kelelahan kerja pada karyawan PT. Suryagita Sarana Jaya Balikpapan. Populasi penelitian ini terdiri dari 32 orang yang bekerja di perkantoran perusahaan, yang dipilih secara total. Kuesioner yang dimodifikasi dari NASA-TLX dan IFRC digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kelelahan kerja dan beban kerja mental. Risiko karyawan mengalami kelelahan kerja mental meningkat karena beban kerja mental yang tinggi. Hasil uji Chi-Square digunakan untuk memeriksa hubungan kedua variabel. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja kategori sangat tinggi, yang berjumlah 19 orang (59,4%), dan tingkat kelelahan kerja sedang, yang berjumlah 17 orang (53,1%). Nilai p adalah 0,035 (α = 0,05). Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja mental pada karyawan PT. Suryagita Sarana Jaya Balikpapan.
Copyrights © 2025