Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala kesehatan yang dialami oleh penghuni gedung, terutama di lingkungan kerja tertutup, yang umumnya membaik setelah meninggalkan ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan SBS pada Ruang Airport Operation Kantor Administrasi PT. XYZ Balikpapan dengan fokus pada parameter karbon dioksida (CO₂). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang merupakan karyawan di ruang tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan kadar CO₂ sebesar 1453 ppm, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 1000 ppm sesuai regulasi kesehatan lingkungan. Hasil wawancara mengidentifikasi 17% keluhan terkait gejala SBS seperti pusing, mudah lelah, dan ketidaknyamanan di hidung, yang umumnya membaik setelah keluar ruangan. Faktor utama penyebab SBS diidentifikasi sebagai kurangnya ventilasi memadai, tidak adanya ventilasi silang, dan durasi pengukuran kualitas udara yang tidak sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem ventilasi dan pengadaan tanaman penyerap CO₂ untuk meningkatkan kualitas udara dan mencegah SBS di lingkungan kerja.
Copyrights © 2025