Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KEDARURATAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI KOTA BALIKPAPAN Muhammad Isradi Zainal; Fatma Lestari; Iin Pratamasari; Widya Mulya; Lina Yuliana
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022 IN PRESS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.5082

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of risk of hazardous and toxic materials in the city of Balikpapan. The method used is a risk assessment carried out by looking at the potential hazards and the level of exposure. Referring to the Regulation of the Minister of the Environment Number 74 of 2019 concerning the Emergency Program for B3 & or B3 Waste Management, the data and information needed for risk assessment are: type of B3 Management activity, type of industry, B3 classification, amount of B3, potential threat to the safety of human life ; and potential threats to environmental functions. The results showed that the average B3 emergency risk value in the Balikpapan Energy, Oil and Gas Mining sector from the KLHK and Ministry of Manpower approaches was 32.87 and 32.81, respectively; which means moderate risk. The dominant types of B3 are flammable and corrosive and most of the B3 are B3 category 1. The average B3 emergency risk value in the Balikpapan Water Supply Sector from the KLHK and Ministry of Manpower approaches is 24, which means low risk. The dominant type of B3 is corrosive and most of the B3 is B3 category 1. The average level of B3 risk in the city of Balikpapan as a whole from the KLHK and Ministry of Manpower approaches is 31.56 and 31.51 (medium). If the highest category is taken, the risk level for B3 waste is at a low level. Potential for B3 emergencies: B3 spills, fires, explosions, exposure to humans and environmental pollution.
Management Optimization of Cipanunjang-Cileunca Reservoir in Bandung Regency Using Discrete Markov Methods Mariana Marselina; Arwin Sabar; Iin Pratama Sari
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 2, Number 1, October 2018
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.935 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v2i1.3555

Abstract

This research discusses about intake Cikalong as water resource infrastructure supplying water for PDAM Bandung City and PDAM Bandung Regency that depend on the operational of Cipanunjang Dam-Cileunca Dam, Plengan Hydropower, Lamajan Hydropower, Cikalong Hydropower and water from Cisangkuy River. Nowdays, capacity of PDAM Bandung city is 1800 L/sec and capacity of PDAM Bandung Regency is 500 L/sec. However, the amount of water that could be provided by PDAM Bandung City is 1400 L/sec while PDAM Bandung Regency is 200 L/sec. Aim: Optimization on upstream infrastructure is needed to make sure the quantity of water being supplied sufficient. Methodology and Result: There are some methods that can be used to fulfill that aim, on this research use Stochastic Markov Method. The optimization of the reservoir is achieved by the condition of the guideline track and the actual trajectory approaching 1, which means the absence of wasted water through the spillway but through the reservoir utility function for turbine demand, irrigation raw water and raw drinking water in the downstream. The comparison between trajectory and actual trajectory of Cipanunjang Reservoir is 0.861 while for optimization of Cileunca Reservoir is 0.827. Conclusion, significance and impact study: The correlation between the actual (historical) discharge and the Markov estimation discharge on the Cipanunjang-Cileunca Reservoir is closed to 1, so it can be show that the discharge estimation is conceptual because it corresponds to the actual condition (actual discharge).
PEMANTAUAN PENGANGKUTAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DARI PENGHASIL STUDI KASUS PUSKESMAS MUARA JAWA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA mulya, widya -; Sari, Iin Pratama; Hartono , Ardiyanti Dina Sabrina
IDENTIFIKASI Vol 9 No 1 (2023): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i1.252

Abstract

Puskesmas is a health service facility that organizes community and individual health efforts at the first level. The Muara Jawa Health Center in Kutai Kartanegara Regency produces Hazardous and Toxic Waste (B3) which is processed in collaboration with third parties, in the process of delivering B3 waste from producers to processing, B3 waste transportation services are required, where this transportation also requires collaboration with third parties. Throughout 2022, the average volume of medical waste at the Muara Jawa Health Center in Kutai Kartanegara Regency will reach 1 kg/day. The Muara Jawa Health Center, Kutai Kartanegara Regency, as a producer of B3 waste, must know the completeness of the documents and the safety of the vehicle and the driving of the B3 waste transporters who are invited to cooperate, this is to avoid incidents, one of which is the illegal transport of B3 waste. The aim of the study was to find out the results of monitoring the transport of Hazardous and Toxic Waste (B3) from producers at the Muara Jawa Health Center, Kutai Kartanegara Regency. This research was conducted by observing the completeness and safety of transporting B3 waste, interviewing employees of environmental health at the Muara Jawa Community Health Center, Kutai Kartanegara Regency. Based on the results of observations and interviews, the completeness and safety of transporting B3 waste refers to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry Number 6 of 2021 concerning Procedures and Requirements for the Management of Hazardous and Toxic Waste , obtaining an assessment result of 94.11% according to conditions lacking in the festronic section for transporting B3 waste which still uses manifest. Keywords: Monitoring, Transportation, Hazardous and Toxic Waste, Producer.
EFEKTIVITAS PENGAWASAN PENGELOLAAN LIMBAH CAIR INDUSTRI DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BALIKPAPAN Caniago, Andi Reni Hidayah; Rusba, Komeyni; Noeryanto, Noeryanto; Mulya, Widya; Pratamasari, Iin
IDENTIFIKASI Vol 9 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i2.274

Abstract

Pada industri terdapat potensi yang ditimbulkan dari kegiatan industri terhadap kondisi keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan salah satunya adalah dampak buruk dari limbah cair yang dihasilkan industri sehingga perlu dilakukannya pengelolaan terhadap limbah cair industri dan pengawasan terhadap pengelolaan limbah cair industri. dengan itu peran dari instansi pemerintahan sangat penting yaitu salah satunya adalah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah cair industri yang dilakukan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pengawasan pengelolaan limbah cair terhadap industri di Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung. Wawancara dilakukan kepada 3 informan yaitu Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Hasil dari penelitian adalah penilaian efektivitas pengawasan pengelolaan limbah cair industri yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dengan menilai kesesuaian Tahapan Pengawasan berdasarkan Standard Operating Procedure Pengawasan Penaatan Perizinan dan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan didapatkan nilai yaitu sebesar 89%. Berdasarkan pengolahan data yang digunakan, efektivitas pengawasan pengelolaan limbah cair industri di Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan didapatkan hasil dengan kategori yaitu baik sekali sesuai dengan persyaratan yang digunakan yaitu Standard Operating Procedure Pengawasan Penaatan Perizinan dan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 BALIKPAPAN Ardani, Nur Sakinah; Zulfikar, Iwan; Setyawati, Nur Falah; Siboro, Impol; Pratamasari, Iin
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.321

Abstract

Sebagai negara berkembang indonesia yang memasuki era negara industri baru dimana persaingan semakin tinggi dan karyawan dituntut mengerjakan pekerjaan dengan baik. Kemajuan atau perkembangan sebuah perusahaan bukan saja hanya berdasarkan teknologi yang canggih tetapi juga dilihat dari sumber daya manusia yang ada pada perusahaan. Sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam perusahaan untuk pencapian tujuan secara efektif, dan efisien. Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek berpengaruh atas keberhasilan perusahaan sebagai orang-orang yang memberikan tenaga, usaha, kreatifitas, serta keahlian guna mengelola organisasi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 46 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Variabel beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan. Variabel stress kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan di dapatkan nila p – value = 0,615 sehingga nilai p – value = 0,615 < 0,05 dan dinyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Dan pengaruh stres kerja terhadap kinerja di dapatkan nila p – value = 0,001 sehingga nilai p – value = 0,001 < 0,05 dan dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT RESTU IBU KOTA BALIKPAPAN Sutedi, Bambang; Mulya, Widya; Pratamasari, Iin
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.340

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat rumah sakit sangat penting dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Limbah medis padat adalah limbah yang berasal dari sisa kegiatan medis berupa benda padat diantaranya terdapat limbah infeksius, limbah patologi, Limbah farmasi, dan lainnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi saat penelitian. Dengan menggunakan pendekatan evaluatif berdasarkan hasil observasi serta wawancara yang dilaksanakan peneliti di Rumah sakit restu ibu, diperoleh hasil bahwa dalam penilaian kesesuaian kegiatan penyimpanan limbah medis padat yang mengarah pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2021 mengenai pelaksanaan Perlindungan serta Pengelolaan. Berlandaskan hasil observasi serta wawancara kedua narasumber yang dilakukan oleh peneliti terdapat satu poin ketidak sesuaian penerapan pengangkutan Limbah yaitu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 22 Tahun 2022 Pengelolaan Limbah medis padat didapati bahwa terdapat satu poin tidak sesuai yaitu tidak menggunakan apd lengkap pengangkutan limbah medis padat. Namun pada keadaan sesungguhnya di lapangan petugas kebersihan ada yang belum menggunakan APD lengkap seperti Coverall lengkap. Berdasarkan research di Restu Ibu Balikpapan untuk observasi pada aktivitas penyimpanan serta pengangkutan berdasarkan peraturan pemerintah NO. 22 tahun 2021 berlandaskan rumusan masalah yaitu menemukan nilai efektivitas kesesuaian penyimpanan dan pengangkutan sebagai berikut: penyimpanan, sebagaimana penyimpanan memenuhi syarat undang undang peraturan pemerintah No.22 tahun 2021 di kategorikan sangat baik dengan kesesuaian poin 100% dan pengangkutan, sebagaimana pengangkutan menurut undang undang peraturan pemerintah No.22 tahun 2021 dapat dikategorikan baik atas hasil penilaian dengan persentase 87,46.
ANALISIS KESELAMATAN PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI DI KELURAHAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN Pratamasari, Iin; Winata, Handky Seption; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.369

Abstract

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia telah menjadi ancaman serius terutama dikalangan petani terutama di sektor kesehatan. Masih banyak petani yang kurang memperhatikan kesehatan dikarenakan kurang adanya pemantauan dan perhatian khusus dalam bidang pertanian, termasuk penggunaan pestisida yang salah satunya terjadi di Kelurahan Teritip, kecamatan Balikpapan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkatan risiko dan pengendalian risiko penggunaan pestisida pada petani di Kelurahan Teritip Kota Balikpapan dengan menggunakan lembar observasi HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian pada pekerjaan penggunaan pestisida insektisida di mulai dari (1) Barang datang, (2) Penerimaan pestisida insektisida, (3) Penyimpanan pestisida insektisida, (4) Persiapan alat dan bahan, (5) Pencampuran pestisida insektida curacron 500 EC, (6) Berjalan menuju lokasi ladang, (7) Penyemprotan pestisida insektisida, (8) Membersihkan peralatan, (9) Pembuangan limbah menunjukkan bahwa tingkat risiko high sejumlah 25% dan risiko medium 75%. Setelah dilakukan pengendalian tambahan menjadi nilai persentase risiko medium 25% dan nilai persentase risiko low 75%.
PENERAPAN KONSEP 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) DI PT. SIMON DERMA INDO Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama; Ilham, Ilham
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.453

Abstract

Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai solusi utama dalam mengidentifikasi serta meminimalisir risiko timbulnya kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Suatu upaya dalam membangun budaya K3 yaitu dengan menerapkan prinsip 5R di tempat kerja dengan membuat lingkungan kerja yang sehat serta aman makanya bisa meminimalisir probabilitas kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja yang membuat demotivasi serta defisiensi produktivitas kerja. PT. Simon Derma Indo termasuk perusahaan yang berjalan pada bidang estetika serta kesehatan kulit yang telah memberlakukan Konsep 5R sejak tahun 2019, namun belum dilaksanakan secara maksimal dengan presentase 70%. Pada tahun 2023 terdapat kesalahan dalam peletakan barang dan kurangnya ketelitian pekerja pada nomor batch barang sehingga butuh dilakukan penilaian penerapan konsep 5R terhadap area gudang tersebut. Penelitian ini berguna agar mengetahui pencapaian penerapan konsep 5R di PT. Simon Derma Indo Balikpapan. Manfaat penelitian ini menjadi masukan untuk perusahaan pada penerapan konsep 5Rnya. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi serta wawancara. Tempat penelitian pada PT. Simon Derma Indo khususnya di area gudang. Hasil penelitian ini berbentuk evaluasi penerapan dengan hasil perhitungan bahwa penerapan konsep 5R diperoleh angka presentase 80% pada area gudang melalui hal tersebut bisa disimpulkan jika melalui hasil penilaian penerapan konsep 5R pada PT. Simon Derma Indo terbilang Sangat Baik.
STUDI KUALITATIF POSTUR KERJA PADA PEKERJA PENGELASAN DALAM KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DI CV DAYA GUNA MANDIRI BALIKPAPAN Wicaksono, Ilham Yogo; Zainul, L.M; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.438

Abstract

Proses pengelasan pengerjaannya tidak terlepas dari bahaya ergonomi. Pada saat observasi, ditemukan pekerja dengan postur tidak ergonomis, diantaranya yaitu saat mengelas material posisi tubuh pekerja membungkuk disertai leher menekuk ke bawah, dan terdapat pekerja dengan posisi jongkok selama bekerja, dan dampak pekerja pada pengelasan ini dapat menimbulkan Carpal tunnel syndrome atau disebut mati rasa dan kesemutan di tangan dan lengan yang disebabkan oleh syaraf terjepit di pergelangan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Postur Pekerja pada Pekerjaan Pengelasan dalam Keluhan Musculoskeletal Disorders di CV Daya Guna Mandiri Balikpapan dan untuk mengetahui tingkat risiko postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan mengetahui tingkat keluhan musculoskeletal Disorders menggunakan mengunakan penilaian Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pekerja potur tidak ergonomis dengan menggunakan REBA didapatkan bahwa 1 informan dengan tingkat risiko sangat tinggi, 1 informan dengan tingkat risiko tinggi, dan 3 informan dengan tingkat risiko sedang, dan menunjukkan mengalami keluhan pada sistem musculoskeletal dari NBM didapatkan hasil bahwa 1 informan dengan tingkat keluhan sangat tinggi, 3 informan tinggi, dan 1 informan sedang. Hal ini dapat meninbulkan keluhan sakit pada otot dan nyeri, dan perlu menyediakan meja kerja yang sesuai dengan pekerjaan pengelasan yang dilakukan dibawah, agar material yang dikerjakan dapat sejajar dengan tubuh pekerja sehingga pekerja tidak perlu membungkuk saat mengelas dan juga menyediakan kursi kecil yang sesuai dan nyaman diduduki oleh pekerja.
PENERAPAN HYGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN GUNUNG SAMARINDA Sari, Iin Pratama; Yahya, Miqdad Taqiy; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.548

Abstract

Kebutuhan yang sangat penting bagi vital makhluk hidup terutama Manusia adalah kebutuhan akan air. Kebutuhan air juga mencakup kebutuhan air minum. Kondisi air bersih, sehat . Air Minum adalah air yang melalui pengolahan atau tanpa pengolahan ynng memenuhl syarat kesehatan dan dapat langsung di minum Air minum digunakan untuk keperluan minum, masak, mencuci peralatan makan dan minum, mandi, mencuci bahan baku pangan yang akan dikonsumsi, peturasan, dan Ibadah. Standar baku umum kesehatan lingkungan media Air Minum ini sebagai acuan bagi penyelenggan Air Minum, petugas sanitasi lingkungan di Puskesmas, dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten kota, dan pemangku kepentingan terkait. Upaya penyehatan dilakukan melalui pengamanan dan pengendalian kualitas Air Minum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Air Minum memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan masyarakat. Air minum isi ulang pada depot air minum menjadi salah satu pilihan yang paling umum digunakan oleh Sebagian orang. Karena dianggap sebagai alternatif air minum yang praktis, efesien, dan terjangkau. Hal ini juga yang menjadi alasan para pengusaha memilih memproduksi galon air isi ulang. Karena ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Harga depo air minum isi ulang ini relative terjangkau dibandingkan pembelian gallon air isi ulang merk ternama. Namun pada kenyataanya banyak pelaku ekonomi yang hanya mementingkan keuntungan (money centri) dan tidak peduli terhadap keselamatan konsumen peminum air minum isi ulang. Fungsi air bagi Manusia tidak bisa digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama bagi makhluk hidup dan sangat vital bagi Kehidupan adalah sebagai sumber utama sebagai air minum Dewan Kerja Sama Pasokan Air dan Sanitasi memperkirakan bahwa hingga 2,6 miliar orang, 40% dari populasi dunia, tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai.