Keselamatan kerja pada proses pengoperasian mesin bubut di PT. Duma Nusatama Balikpapan dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Permasalahan keselamatan kerja pada mesin bubut perlu diperhatikan karena tingginya potensi bahaya seperti terjepit, tertusuk gram tajam, hingga gangguan pendengaran akibat kebisingan mesin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara terhadap lima orang operator bubut, serta dokumentasi kondisi area kerja. Hasil observasi menunjukkan bahwa risiko kecelakaan kerja paling sering muncul pada tahap pemotongan material dan pemasangan pahat, terutama ketika pekerja belum memperoleh pelatihan internal dari perusahaan. Identifikasi bahaya juga ditemukan pada komponen mesin seperti spindle, carriage, dan tailstock, serta kondisi area kerja yang kurang ergonomis akibat tumpahan oli dan keterbatasan ruang gerak antar mesin. Wawancara memperkuat temuan bahwa meskipun pekerja memiliki sertifikat dari lembaga pelatihan luar (BLK), sebagian besar belum menerima pembekalan K3 secara formal dari perusahaan. Dengan demikian, integrasi JSA secara menyeluruh sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan sesuai standar K3.
Copyrights © 2025