Pengelolaan air asam tambang (AAT) merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pertambangan batu bara karena dapat menimbulkan dampak lingkungan dan risiko terhadap keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keselamatan pekerjaan pada proses pengapuran dalam pengelolaan air asam tambang di PT. Singlurus Pratama Site Argosari, Kecamatan Samboja. Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko pada setiap tahapan pekerjaan pengapuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang signifikan selama proses pengapuran, seperti paparan debu kapur, terpeleset di area basah, serta kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Penerapan prosedur operasional standar (SOP) di lapangan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh seluruh pekerja. Tingkat risiko yang di identifikasi bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan risiko tertinggi berasal dari paparan debu kapur terhadap saluran pernapasan dan mata. Perusahaan disarankan untuk meninjau kembali efektivitas SOP dan sistem keselamatan kerja yang diterapkan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pengelolaan Air Asam Tambang.
Copyrights © 2025