Di sektor industri hulu Migas, warehouse vital namun rentan risiko kecelakaan kerja yang mengganggu produksi. Meskipun 5R penting meminimalkan bahaya, ketiadaan panduan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) jelas mengenai 5R di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan dapat menyebabkan inkonsistensi dan potensi gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan budaya 5R di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan. Manfaat penelitian ini menjadi bahan evaluasi serta masukan pada PT. COSL INDO Balikpapan khususnya mengenai penerapan budaya 5R. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil pencapaian penerapan konsep 5R dengan persentase pencapaian sebesar 50% dan dikategorikan Tidak baik. Hal ini disebabkan keterbatasan area, belum optimalnya pelabelan dan penyimpanan, kurangnya prosedur pembuangan, penempatan alat kebersihan belum tetap, serta disiplin personil dan activity board yang belum merata. Kesimpulannya, budaya 5R sudah diterapkan,namun masih memerlukan peningkatan signifikan melalui optimalisasi ruang, prosedur, penataan, peningkatan disiplin, serta integrasi 5R ke dalam sistem dan perubahan pola pikir pekerja.
Copyrights © 2025