Perkembangan industri yang pesat menuntut penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal, khususnya dalam pengelolaan area gudang. Gudang yang tidak tertata dengan baik dapat menjadi sumber bahaya, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efisiensi serta produktivitas perusahaan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, rapi, dan efisien adalah konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja, sebuah perusahaan jasa di bidang konstruksi, perbaikan mesin, dan elektrikal yang berlokasi di Balikpapan.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga informan utama yang terlibat langsung dalam pengelolaan gudang. Penilaian dilakukan dengan skala kategori yang mengukur tingkat keterlaksanaan masing-masing aspek 5R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Resik dan Rajin sudah masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase masing-masing sebesar 85%. Aspek Ringkas dan Rawat berada dalam kategori baik dengan persentase 70%. Sementara itu, aspek Rapi masih berada pada kategori tidak baik dengan persentase hanya 50%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja belum maksimal secara keseluruhan. Hambatan terbesar terletak pada kurangnya media penyimpanan, tidak adanya denah penyimpanan, dan rendahnya kesadaran karyawan dalam menjaga kerapian area kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana dan pembentukan budaya kerja disiplin yang berkelanjutan untuk menunjang efektivitas penerapan 5R secara menyeluruh.
Copyrights © 2025