Penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam industri terus berkembang, namun penilaian terhadap risiko keselamatan operasionalnya masih terbatas, terutama dalam kegiatan observasi di area kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya serta mengevaluasi tingkat risiko pada pengoperasian UAV ringan di PT Pamapersada Nusantara Distrik BPOP. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen internal. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dengan tiga parameter utama: keparahan (Severity), kemungkinan terjadi (Occurrence), dan kemampuan deteksi (Detection). Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko tertinggi berasal dari komponen baterai, propeller, dan sistem navigasi, dengan nilai Risk Priority Number (RPN) maksimal mencapai 420. Strategi mitigasi yang disarankan meliputi inspeksi rutin, pelatihan operator, dan integrasi prosedur keselamatan ke dalam sistem manajemen perusahaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan FMEA dapat diandalkan dalam mengidentifikasi titik kritis risiko operasional UAV, serta menjadi dasar dalam penguatan sistem keselamatan kerja berbasis teknologi.
Copyrights © 2025