Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap proses industri, terutama pada proses pembubutan yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi. PT Sanggar Sarana Baja Balikpapan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa teknik, menjalankan berbagai aktivitas yang menuntut perhatian serius terhadap faktor keselamatan kerja, salah satunya adalah pekerjaan pembubutan komponen alat berat. Penelitian ini, penulis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) untuk menganalisis potensi bahaya, risiko, serta upaya pengendalian pada tahapan proses pembubutan. JSA digunakan sebagai alat sistematis untuk mengidentifikasi bahaya kerja pada setiap langkah aktivitas, serta menyusun langkah-langkah pengendalian yang sesuai berdasarkan prinsip hirarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan kerja yang mengandung risiko tinggi, antara lain akibat paparan benda berputar, serpihan logam, penggunaan mesin bubut tanpa pelindung, serta postur kerja yang kurang ergonomis. Risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir dengan tindakan pengendalian seperti rekayasa teknis, prosedur kerja aman, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Melalui penelitian ini, diharapkan perusahaan dapat lebih mengoptimalkan penerapan JSA sebagai bagian dari sistem manajemen K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan K3 di sektor manufaktur serupa.
Copyrights © 2025