Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang dialami oleh pekerja administrasi akibat postur kerja yang tidak ergonomis dalam penggunaan peralatan kantor seperti komputer, kursi, dan meja. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko penyakit akibat kerja. PT. Samli Maju Sukses sebagai perusahaan logistik memiliki lingkungan kerja kantor dengan pengaturan peralatan yang belum sepenuhnya sesuai prinsip ergonomi, seperti penggunaan kursi non-adjustable dan tata letak ruang kerja yang kurang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan MSDs dan menilai tingkat risiko postur kerja pekerja administrasi menggunakan dua metode, yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner oleh empat orang informan yang merupakan pekerja administrasi di PT. Samli Maju Sukses.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan metode NBM, seluruh informan memiliki tingkat keluhan MSDs yang tergolong rendah dan tidak memerlukan tindakan perbaikan. Namun, penilaian menggunakan metode 2. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja informan dengan menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), diperoleh kesimpulan bahwa tingkat risiko pekerja kantor PT Samli Maju Sukses, informan memiliki level risiko sedang 2 pekerja, dan 2 pekerja risiko tinggi sehingga tergolong berbahaya dan diperlukan tindakan seperti istirahat yang cukup, perubahan gaya hidup seperti kebugaran dan olahraga.
Copyrights © 2026